Wakil Ketua DPR RI bertemu Menteri Turki bahas kedirgantaraan

Wakil Ketua DPR RI bertemu Menteri Turki bahas kedirgantaraan

Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel (ketiga dari kanan) saat bertemu Menteri Industri dan Teknologi Turki, Mustafa Varank yang membahas terkait kedirgantaraan dan ruang angkasa di Bandara Ataturk, Istanbul, Turki. ANTARA/Handout/aa.

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel mengadakan pertemuan dengan Menteri Industri dan Teknologi Turki Mustafa Varank yang membahas terkait kedirgantaraan dan ruang angkasa di sela-sela pameran teknologi dan kedirgantaraan Teknofest di Bandara Ataturk, Istanbul.

“Kami memiliki pemahaman yang sama bahwa Indonesia dan Turki harus menjalin kerja sama teknologi kedirgantaraan dan ruang angkasa,” kata Gobel dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Kamis.

Gobel mengatakan dalam pertemuan tersebut, ia didampingi Duta Besar Indonesia untuk Turki Lalu Muhamad Iqbal, serta sejumlah anggota DPR yaitu Jazuli Juwaini (Fraksi PKS), Anton Sukartono Suratto (Fraksi Partai Demokrat), Bambang Patijaya (Fraksi Partai Golkar), dan Vera Febyanthi (Fraksi Partai Demokrat).

“Pertemuan berlangsung sangat produktif. Banyak kesepahaman antara kedua negara,” ujarnya.

Ia menyampaikan sejumlah anggota DPR serta Duta Besar Indonesia untuk Turki Lalu Muhamad Iqbal, Dirut PTDI Elfien Goentoro menandatangani nota kerja sama dengan Turkey Aerospace Industries (TAI).

Kedua pihak bersepakat untuk bekerja sama dalam pengembangan pesawat N219 milik PTDI, pengembangan kapasitas dan sumberdaya manusia, serta kerja sama teknologi masa depan.

PTDI memiliki kekuatan dalam teknologi pesawat komersial, sedangkan TAI memiliki kekuatan dalam teknologi pesawat militer.

Turki telah memproduksi banyak pesawat untuk kepentingan pertahanan seperti pesawat tempur, pesawat helikopter, pesawat tanpa awak (drone), dan lain-lain.

Turki juga merupakan salah satu pengguna pesawat CN235, produksi bersama Casa Spanyol dan PTDI. Namun kedua pihak sama-sama terbiasa memproduksi suku cadang pesawat-pesawat komersial milik Boeing maupun Airbus.

“Turki akan belajar dari Indonesia untuk teknologi pesawat sipil, dan Indonesia akan belajar dari Turki untuk teknologi pesawat militer,” kata Gobel.

Gobel menambahkan PTDI juga menandatangani naskah kerja sama dengan Hava Elektronik Sanayi ve Ticaret AS (Havelsan) tentang simulator pesawat untuk pesawat N219. PTDI telah merancang pesawat baru N219 dan akan segera memproduksinya.

“DPR terus mendorong dan menginisiasi agar Indonesia makin kuat dalam teknologi dirgantara. Apa yang sudah diwariskan Pak BJ Habibie harus diteruskan dan ditingkatkan,” kata Gobel.

Ia menambahkan Indonesia yang diwakili oleh PT Dirgantara Indonesia (PTDI), Inka, dan sejumlah universitas di Indonesia menjadi tamu kehormatan dalam pameran teknologi dan kedirgantaraan Teknofest tersebut.

Dalam ajang kompetisi teknologi, sejumlah perwakilan mahasiswa dari tujuh universitas juga ikut berlomba.

Baca juga: Tim Robotika UMM siap menerbangkan pesawatnya di ajang UAV di Turki
Baca juga: Wakil Ketua DPR harapkan pemerintah pacu UMKM
Baca juga: Rachmat Gobel minta pemerintah permudah investasi industri kesehatan
Pewarta : Adimas Raditya Fahky P
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021