Airlangga: Realisasi KUR capai Rp183,78 triliun per 20 September

Airlangga: Realisasi KUR capai Rp183,78 triliun per 20 September

Perajin furnitur menyelesaikan pembuatan kursi di Jakarta, Sabtu (18/6/2021). Pemerintah menambah anggaran program Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada tahun ini dari Rp253 triliun menjadi Rp285 triliun untuk membantu pelaku UMKM yang terdampak pandemi COVID-19 sehingga dapat meningkatkan produktivitas. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/hp.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sepanjang Januari hingga 20 September 2021 telah mencapai Rp183,78 triliun atau 64,48 persen dari target Rp285 triliun.

Realisasi KUR ini disalurkan kepada 4,90 juta debitur sehingga total outstanding KUR sejak Agustus 2015 adalah sebesar Rp322 triliun dengan non performing loan sebesar 1,14 persen.

“Penyaluran KUR diharapkan dapat berkontribusi bagi pemulihan ekonomi nasional,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat.

Airlangga menyebutkan pencapaian realisasi KUR pada masa pandemi COVID-19 di 2020 tercatat sebesar Rp198,53 triliun atau lebih baik dibanding masa pra pandemi pada 2019 yakni sebesar Rp140,1 triliun.

Baca juga: Airlangga minta pelaku usaha manfaatkan kredit murah, pulihkan usaha

Ia menjelaskan pemerintah terus berupaya mendukung UMKM agar bisa bangkit di tengah krisis pandemi termasuk dengan mengeluarkan relaksasi kebijakan KUR seperti peningkatan KUR tanpa agunan tambahan dari Rp50 juta menjadi Rp100 juta.

Kemudian tambahan subsidi bunga KUR sebesar 6 persen pada 2020 dan 3 persen pada 2021, penundaan pembayaran angsuran pokok KUR, perpanjangan jangka waktu dan penambahan limit KUR serta relaksasi persyaratan administrasi.

“Bahkan pada 2021 target penyaluran KUR telah ditingkatkan menjadi Rp285 triliun,” ujarnya.

Salah satu wujud perhatian pemerintah terhadap UMKM turut tercermin melalui kunjungan Airlangga ke Omah Aneka Satwa dan Seni (OASSE) di Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Baca juga: Menkominfo: Pemerintah terus genjot penyaluran KUR untuk dorong UMKM

OASSE yang merupakan hasil upaya dari 45 KK ini mengubah bangunan bekas menjadi wahana wisata edukasi budaya seperti pembuatan gerabah, panahan, dan melukis.

Produk yang dipamerkan oleh 12 pelaku usaha di OASSE antara lain produk batik, kerajinan tangan untuk pajangan, makanan ringan, minuman, jam tangan kayu, dan lain-lain.

Airlangga mengapresiasi kemajuan pengusaha UMKM tersebut karena menunjukkan kemandirian ekonomi dari masyarakat Desa Sidowayah.

Terlebih lagi, terdapat seorang wanita pengusaha batik yang berani mengambil KUR dengan plafon Rp200 juta dengan tenor lima tahun.

Realisasi KUR di Jawa Tengah sendiri sejak Januari sampai 20 September 2021 telah mencapai Rp32,97 triliun dan disalurkan kepada 952.096 debitur.

Porsi penyaluran KUR di Provinsi Jawa Tengah selama 2021 per sektor terbesar disalurkan pada sektor perdagangan 49,74 persen sedangkan sektor pertanian, perburuan dan kehutanan 24,29 persen serta jasa-jasa 12,93 persen.

Untuk realisasi KUR di Kabupaten Klaten sejak Januari sampai 22 September 2021 telah mencapai Rp1,3 triliun dan disalurkan kepada 36.161 debitur.

Porsi penyaluran KUR di Kabupaten Klaten selama 2021 per sektor terbesar disalurkan kepada perdagangan 52,99 persen, industri pengolahan 17,55 persen, jasa-jasa 14,87 persen serta sektor pertanian, perburuan dan kehutanan 13,35 persen.

Pewarta : Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021