Wapres meminta program penyelesaian kemiskinan ekstrem tepat sasaran

Wapres meminta program penyelesaian kemiskinan ekstrem tepat sasaran

Tangkapan gambar rapat Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Esktrem dari Sisi Pemberdayaan Ekonomi melalui konferensi video dari kediaman resmi wapres, di Jakarta, Selasa (28/9//2021). ANTARA/HO-BPMI Setwapres.

Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin meminta seluruh jajaran kementerian dan lembaga pemerintah non-kementerian (/L), pemerintah daerah (pemda) serta berbagai pihak non-pemerintah terkait untuk memastikan program perlindungan sosial dan pemberdayaan masyarakat dalam rangka penyelesaian kemiskinan ekstrem berjalan tepat sasaran.

"Pada tahun 2021 ini, saya ingin mengingatkan kita semua untuk dapat memastikan bahwa seluruh program dapat menjangkau 35 kabupaten (dan kota) prioritas pengurangan kemiskinan ekstrem," kata Wapres dalam keterangan yang diterima dari Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Wapres (BPMI Setwapres), Selasa.

Wapres juga meminta seluruh K/L, pemda dan pihak terkait untuk memiliki pemahaman terkait definisi kemiskinan ekstrem, yakni menurut Bank Dunia ialah masyarakat dengan keseimbangan kemampuan belanja 1,9 dolar AS atau Rp27.000 per hari.

"Dengan demikian, isu utama percepatan penanggulangan kemiskinan ekstrem adalah bagaimana memastikan program perlindungan sosial dan pemberdayaan dapat secara efektif mengurangi kemiskinan, termasuk kemiskinan ekstrem," kata Wapres pula.

Hingga akhir 2021, Pemerintah menargetkan penyelesaian kemiskinan ekstrem hingga nol persen di tujuh provinsi, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, Papua, dan Papua Barat.

Dari masing-masing provinsi tersebut dipilih lima kabupaten dan kota dengan angka kemiskinan ekstrem tertinggi, sehingga total daerah yang menjadi target penyelesaian sebanyak 35 kabupaten dan kota.

"Seluruh 35 kabupaten dan kota di tujuh provinsi ini mewakili 20 persen jumlah penduduk miskin ekstrem secara nasional. Jadi penduduk (miskin) ekstremnya ada 10,68 juta (secara nasional), yang sekarang kita tangani dalam 2021 ini 20 persennya," ujarnya.

Daerah yang menjadi target penyelesaian kemiskinan ekstrem di Provinsi Jawa Barat ialah Cianjur, Bandung, Kuningan, Indramayu, dan Karawang; di Jawa Tengah ada Banyumas, Banjarnegara, Kebumen, Pemalang, dan Brebes; di Jawa Timur ada Probolinggo, Bojonegoro, Lamongan, Bangkalan, dan Sumenep; serta di Nusa Tenggara Timur ada Sumba Timur, Timor Tengah Selatan, Rote Ndao, Sumba Tengah, dan Manggarai Timur.

Sedangkan daerah di Provinsi Maluku ada Maluku Tenggara Barat, Maluku Tenggara, Maluku Tengah, Seram Bagian Timur, dan Maluku Barat Daya; di Papua Barat ada Teluk Wondama, Teluk Bintuni, Tambrauw, Maybrat, dan Manokwari Selatan; serta di Papua ada Jayawijaya, Puncak Jaya, Lanny Jaya, Mamberamo Tengah, dan Deiyai.
Baca juga: Wapres sebut dua tantangan untuk menyelesaikan kemiskinan ekstrem
Baca juga: Mendes siapkan Kebumen bebas kemiskinan ekstrem

Pewarta : Fransiska Ninditya
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021