Saham China berakhir naik, investor sambut jaminan bank sentral

Saham China berakhir naik, investor sambut jaminan bank sentral

Ilustrasi - Investor memantau pergerakan Indeks Shanghai di Bursa Saham China. ANTARA/REUTERS/Jason Lee/am.

Shanghai (ANTARA) - Saham-saham China ditutup lebih tinggi pada Selasa, dipimpin oleh kenaikan saham real estat, setelah bank sentral berjanji untuk melindungi konsumen yang terpapar pasar perumahan, bahkan ketika negara itu bergulat dengan krisis listrik dan kekhawatiran atas pemulihan ekonomi.

Indikator utama Bursa Efek Shanghai, Indeks Komposit Shanghai terangkat 0,54 persen atau 19,39 persen menjadi menetap di 3.602,22 poin. Sementara indeks saham unggulan CSI300 naik tipis 0,13 persen atau 6,46 poin menjadi berakhir di 4.883,83 poin.

Indeks Real Estat CSI300 China melonjak 5,6 persen setelah bank sentral China (PBOC) berjanji untuk melindungi konsumen yang terpapar pasar perumahan pada Senin (27/9/2021) dan menyuntikkan lebih banyak uang ke sistem perbankan.

Pemerintah Shenzhen mulai menyelidiki unit manajemen kekayaan pengembang properti Evergrande yang sakit, dalam tanda yang paling jelas namun pihak berwenang dapat bergerak untuk menahan risiko penularan.

Sub-indeks perbankan menguat 1,8 persen karena saham di sektor properti China rebound.

Baca juga: Saham Australia anjlok, krisis listrik China seret saham tambang

Pertumbuhan laba di perusahaan-perusahaan industri China melambat untuk bulan keenam karena pabrik-pabrik berjuang melawan harga-harga komoditas yang tinggi, wabah COVID-19 dan kekurangan suku cadang, dengan krisis listrik yang berlangsung menjadi ancaman yang semakin besar terhadap produksi dan laba.

Goldman Sachs telah memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi China untuk 2021 menjadi 7,8 persen dari 8,2 persen, karena kekurangan energi dan pengurangan produksi industri yang dalam menambah "tekanan penurunan signifikan," katanya dalam sebuah catatan pada Selasa.

Sub-indeks batu bara melonjak 4,3 persen di tengah krisis pasokan, yang telah menyebabkan pemadaman listrik di seluruh rumah tangga dan sektor industri di China.

Di China Timur Laut, pejabat senior menghadapi tekanan yang menguat dari warga yang khawatir untuk meningkatkan impor batu bara yang banyak dan cepat agar lampu tetap menyala, pabrik tetap buka, dan bahkan pasokan air mengalir.

Lebih banyak perusahaan mengumumkan operasi mereka telah terkena dampak pembatasan listrik yang meluas, sementara State Grid Corp China berjanji untuk memastikan pasokan listrik dasar dan menghindari pemadaman listrik.

Baca juga: Saham Jepang ditutup merosot, Indeks Nikkei tergerus 0,19 persen

Baca juga: Saham Korsel jatuh, pasar khawatir Evergrande dan krisis listrik China


 
Pewarta : Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021