Tidak divaksin COVID-19, pemain NBA bakal hadapi pembatasan

Tidak divaksin COVID-19, pemain NBA bakal hadapi pembatasan

Ilustrasi - Pebasket Sacramento Kings memegang trofi juara NBA Summer League Championship setelah mengalahkan Boston Celtics 100-67 di Thomas & Mack Center, Las Vegas, Nevada, AS (17/8/2021). ANTARA FOTO/Stephen R. Sylvanie-USA TODAY Sports via Reuters/aww.

Jakarta (ANTARA) - Pemain NBA yang tidak divaksinasi COVID-19 harus mematuhi daftar panjang pembatasan untuk ambil bagian dalam musim mendatang, demikian laporan ESPN yang dikutip Reuters, Rabu.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pemain NBA Michele Roberts mengatakan kepada Yahoo Sports pada Juli, vaksinasi tidak wajib, tetapi 90% pemain sudah melakukannya.

ESPN mengatakan, sesuai protokol kesehatan dan keselamatan sementara NBA yang dirilis kepada tim, Selasa, pemain yang divaksinasi hanya akan diuji jika mereka menunjukkan gejala atau kontak dekat dengan kasus positif.

Baca juga: LeBron James tak mau ikut sosialisasikan vaksin COVID-19

Pemain yang tidak divaksinasi harus menjalani pengujian harian sebelum memasuki fasilitas tim, berpartisipasi dalam kegiatan yang diatur tim, atau berinteraksi dengan pemain lain dan pelatih.

Di antara batasan lain, pemain yang tidak divaksinasi tidak diizinkan makan di ruangan yang sama dengan pemain lain, dan harus diberikan loker sejauh mungkin dari pemain lain.

Pemain yang tidak divaksinasi juga harus tetap berada di kediaman mereka atau hotel tim, di luar waktu bermain kecuali untuk tim dan kegiatan penting seperti mengantar anak ke sekolah atau membeli bahan makanan.

Mereka juga dikarantina selama tujuh hari jika melakukan kontak dekat, sementara pemain yang divaksinasi hanya perlu melakukannya dalam "keadaan yang tidak biasa".

Baca juga: Inspirasi busana santai dan nyaman dengan jersey NBA

Laporan itu mengatakan, memakai masker wajib bagi semua pemain untuk musim 2021-2022 yang dimulai pada 19 Oktober.

Juara NBA empat kali LeBron James dari Los Angeles Lakers mengatakan awalnya "sangat skeptis" terhadap vaksin, tetapi ia memutuskan untuk melakukannya setelah melakukan penelitian.

"Saya tidak berbicara tentang orang lain dan apa yang harus mereka lakukan," ujar James, dikutip dari laman resmi Reuters.

"Saya tidak berpikir secara pribadi harus terlibat dalam apa yang orang lain lakukan untuk tubuh dan mata pencarian mereka.

"Saya tahu bahwa saya sangat skeptis tentang hal itu, tetapi setelah melakukan penelitian sendiri, saya merasa itu paling cocok untuk saya, keluarga, dan teman-teman," tambah James.

Baca juga: Ben Simmons dilaporkan tak akan ikut pemusatan latihan pramusim Sixers
Baca juga: NBA tidak wajibkan vaksin untuk pemain

 
Pewarta : Gheovano Alfiqi/Fitri Supratiwi
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021