Lanal Denpasar melepasliarkan ratusan ekor tukik di Buleleng Bali

Lanal Denpasar melepasliarkan ratusan ekor tukik di Buleleng Bali

Proses pelepasliaran ratusan ekor tukik di Pantai Penimbangan, Desa Bakti Seraga, Kabupaten Buleleng, Bali, Jumat (1/10/2021). ANTARA/HO-Lanal Denpasar.

Buleleng (ANTARA) - Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Denpasar melepasliarkan ratusan ekor tukik (anak penyu) di Pantai Penimbangan, Desa Bakti Seraga, Kabupaten Buleleng, Bali dalam rangka menyambut HUT ke-76 TNI.

"Kegiatan ini merupakan rangkaian dari pelaksanaan HUT ke-76 TNI, salah satunya pelepasan tukik oleh Pokmaswas Penimbangan Lestari sebanyak 100 ekor, dan dilanjutkan dengan pembagian sembako untuk masyarakat serta nelayan," kata Komandan Lanal (Danlanal) Denpasar Kolonel Laut (P) Komang Teguh Ardana dalam siaran persnya, di Denpasar, Jumat.
 
Ia mengatakan selain pelepasliaran tukik, juga dilakukan pembagian paket sembako berjumlah 55 paket kepada masyarakat pesisir dan nelayan. Adapun wilayah pembagian sembako berada di Desa Serangan, Tanjung Benoa, Celukan Bawang, Sumberkima, Klungkung, Karangasem hingga di Pantai Penimbangan Buleleng.
 
Ketua Pokmaswas Penimbangan Lestari, Desa Baktiseraga Jro Mangku Gede Wiadnyana mengatakan pelepasan liar 100 tukik dan pemberian sembako sebagai bentuk kepedulian terhadap ekosistem lingkungan.
 
Dia mengatakan selama ini tukik yang telah dikonservasi hampir mencapai 4.000 ekor yang sebagian telah dilepasliarkan tahun 2021 ini.
 
"4.000 ekor namun sebagian telah dilepas ke habitat aslinya. Untuk cuaca yang kurang mendukung tentu kami tidak melepas," katanya lagi.
 
Sebelumnya, berbagai kegiatan bakti sosial telah terlaksana di beberapa wilayah kabupaten/kota di Bali. Salah satunya, peningkatan ketahanan pangan berupa penanaman benih sayuran di media hidroponik di Mako Lanal Denpasar.
 
Benih sayuran tersebut berupa 200 bibit tanaman jenis sawi pokcoy dan sawi kaylan serta bayam merah.
 
Kegiatan ini bertujuan dalam menjaga kebutuhan bahan pangan dengan pola atau media hidroponik, terutama di masa pandemi COVID-19.
 
Pewarta : Ayu Khania Pranishita
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021