Mendag sebut produk berkelanjutan berpotensi jadi tren perdagangan

Mendag sebut produk berkelanjutan berpotensi jadi tren perdagangan

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi saat peresmian kantor baru Indonesian Trade Promotion Centre (ITPC) di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), Sabtu (2/10/2021). (ANTARA/AstridFaidlatulHabibah)

Dubai, UEA (ANTARA) - Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menyebutkan produk yang bersifat berkelanjutan atau sustainable berpotensi menjadi tren utama dalam perdagangan, seiring upaya global untuk menekan perubahan iklim.

“Kita bisa melihat perdagangan barang, khususnya yang bersinggungan dengan climate change, akan menjadi sesuatu tren utama yang harus segera kita siapkan,” kata Mendag Lutfi di Kantor Indonesian Trade Promotion Centre (ITPC), Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), Sabtu.

Mendag Lutfi menyatakan pemerintah harus segera menyiapkan potensi tersebut dengan melihat dampaknya terhadap perdagangan Indonesia.

Baca juga: Produk lokal perlu berkelanjutan agar bersaing di pasar global

Terlebih lagi, produk berkelanjutan yang berkaitan dengan climate change ini akan bersinggungan langsung dengan rencana pengenaan pajak karbon lintas yuridiksi atau carbon border tax oleh Uni Eropa dan Amerika Serikat.

Ia mengatakan setidaknya terdapat dua produk yang dikenai carbon border tax yaitu barang-barang yang berasal dari hasil hutan dan barang-barang dengan emisi karbon yang besar.

Sementara saat ini, Mendag Lutfi menuturkan Indonesia menjadi pengekspor nomor dua untuk stainless steel yang masuk dalam pengenaan pajak karbon lintas yuridiksi tersebut.

“Kita harus siapkan ancang-ancangnya. Kita harus melihat apa akibatnya terhadap perdagangan Indonesia,” ujar Mendag Lutfi.

Baca juga: Mendag: RI berpeluang raih investasi lewat World Expo 2020 Dubai

Baca juga: Mendag buka opsi Paviliun Indonesia jadi pusat perkenalkan karya UMKM

Pewarta : Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021