Bibit siklon tropis tumbuh di perairan Filipina berdampak ke Indonesia

Bibit siklon tropis tumbuh di perairan Filipina berdampak ke Indonesia

Potensi dampak bibit siklon tropis 94W yang dapat terjadi termasuk di Sulawesi Tenggara, Rabu (14/4/2021). ANTARA/HO-Humas BMKG.

Jakarta (ANTARA) - BMKG melalui Jakarta Tropical Cyclone Warning Center memantau bibit siklon tropis 92W yang tumbuh di sekitar perairan Filipina pada Senin, yang dapat berdampak tidak langsung pada cuaca di Indonesia.

"Dalam 24 jam ke depan bibit siklon 92W dapat berdampak tidak langsung terhadap potensi hujan sedang hingga lebat di wilayah Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara," kata Kepala Pusat Meteorologi Publik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) A. Fachri Radjab dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin.

Bibit siklon tropis itu tumbuh di sekitar perairan Filipina, tepatnya di 10.1 Lintang Utara, 125.1 Bujur Timur.

Selain hujan, dampak tidak langsung yang berpotensi terjadi, yaitu gelombang laut dengan ketinggian 2,5-4 meter di Laut Sulawesi dan Samudra Pasifik utara Halmahera.

Baca juga: Riau bersiap hadapi potensi siklon tropis

Gelombang dengan ketinggian 1,25-2,5 meter dapat terjadi di Laut Natuna Utara, Perairan Kepulauan Natuna, Perairan Kalimantan Utara, Selat Makassar, Perairan Kepulauan Sangihe-Kepulauan Talaud, Perairan Bitung-Kepulauan Sitaro, perairan utara dan selatan Sulawesi Utara, Laut Maluku, Perairan Kepulauan Halmahera, Laut Halmahera, dan Samudra Pasifik utara Papua Barat hingga Papua.

Fachri menjelaskan bibit siklon tumbuh dengan kecepatan angin maksimum di sekitar sistemnya mencapai 20 knots (37 km/jam) dan tekanan udara di pusatnya mencapai 1005 hPa.

Bibit Siklon 92W bergerak ke arah barat dan diprakirakan akan meningkat intensitasnya setelah melewati daratan Filipina memasuki wilayah perairan Laut Cina Selatan.

Sebagai dampak dari kondisi atmosfer yang cukup basah dan tingkat konvektivitas yang tinggi, potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau angin kencang dalam periode 5-11 Oktober 2021 dapat terjadi di Aceh, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku, Papua Barat, dan Papua.

Baca juga: BMKG pantau bibit siklon tropis namun tidak berdampak ke Indonesia
Baca juga: BMKG prediksi Siklon Tropis Surigae berkembang jadi topan
Baca juga: BMKG: Bibit siklon 94w berpotensi jadi siklon tropis sangat tinggi
Pewarta : Desi Purnamawati
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2021