Aino permudah pembayaran non tunai dalam integrasi antarmoda JakLingko

Aino permudah pembayaran non tunai dalam integrasi antarmoda JakLingko

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kiri), Direktur Utama PT Aino Indonesia Hastono Bayu Trisnanto (kanan) dan Direktur Operasional PT Aino Indonesia Syafri Yuzal dalam kegiatan pencanangan JakLingko Card dan JakLingko Superapss di Stasiun Tebet, Jakarta Selatan (29/09/2021). ANTARA/HO PT Aino Indonesia

Jakarta (ANTARA) - PT Aino Indonesia sebagai salah satu mitra strategis PT JakLingko Indonesia berperan mempermudah pengguna transportasi membayar tiket secara non tunai dalam sistem jaringan integrasi antaramoda.

Dalam mewujudkan integrasi antarmoda, PT JakLingko Indonesia menggandeng mitra strategis yang terdiri dari dua perusahaan lokal yaitu PT Jatelindo Abadi Perkasa dan PT Aino Indonesia serta dua perusahaan multi nasional asal Perancis yaitu Thales dan Lyko.

"Di dalam konsorsium, Aino Indonesia berperan dalam menyusun standardisasi kartu transportasi dan QR tiket sehingga dapat diterima dengan mulus (seamless)  di seluruh moda transportasi dan pemrosesan transaksi pembayaran non tunai berbasis uang elektronik," kata Direktur Utama PT Aino Indonesia, Hastono Bayu Trisnanto, dalam keterangan di Jakarta, Rabu.

Baca juga: JakLingko gandeng perusahaan Prancis untuk menjamin keamanan data

Bayu menjelaskan bahwa berdasarkan pengalaman, Aino telah mendukung pembayaran tiket non tunai yang diterapkan pada enam Bus Rapid Transit (BRT) di Indonesia sejak tahun 2006.

PT Aino Indonesia merupakan perusahaan milik Universitas Gadjah Mada di bawah PT Gamatechno Indonesia, berperan dalam menyusun standardisasi kartu transportasi dan QR Code dalam aplikasi sehingga pembayaran dapat dilakukan di seluruh moda transportasi.

Baca juga: JakLingko proyeksikan 2 juta warga unduh aplikasi integrasi antarmoda

Saat ini, Aino juga sedang melakukan kerja sama strategis pengembangan sistem tiket untuk diimplementasikan pada salah satu ibu kota negara tetangga.

Menurut Bayu, keterlibatan Aino Indonesia dalam Proyek JakLingko merupakan bentuk nyata kontribusi UGM melalui proses hilirisasi inovasi universitas.

Seperti diketahui, sistem integrasi antarmoda yang digagas oleh PT JakLingko Indonesia dibagi dalam tiga fase. Fase pertama telah dimulai pada akhir September 2021 melalui pencanangan JakLingko Card dan JakLingko Superapps.

Baca juga: JakLingko sebut integrasi akan membuat subsidi lebih tepat sasaran

Melalui aplikasi JakLingko Superapps, pengguna transportasi di empat moda yaitu KRL Jabodetabek, MRT, LRT, dan TransJakarta semakin mudah dalam melakukan rencana perjalanan.

Direktur Utama PT JakLingko Indonesia Muhamad Kamaluddin optimistis keterlibatan PT Aino Indonesia dapat mewujudkan sistem pembayaran terintegrasi yang dapat memberikan manfaat bagi perkembangan sistem transportasi di masa depan.

"PT Aino Indonesia sebagai perusahaan nasional di bidang Payment Gateway sudah berpengalaman di sistem pembayaran ini tentunya akan memberikan dukungan penuh untuk turut menuntaskan Mobility as a Service ini, " kata Kamaluddin.
 
Pewarta : Mentari Dwi Gayati
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021