Saham Australia ditutup turun, terseret jatuhnya saham pertambangan

Saham Australia ditutup turun, terseret jatuhnya saham pertambangan

Bendera Australia dan bursa Efek Autralia dengan panah merah turun. ANTARA/Shutterstock/pri (Shutterstock)

Sydney (ANTARA) - Saham-saham Australia ditutup lebih rendah untuk sesi ketiga berturut-turut pada Rabu, terseret oleh penambang bijih besi karena jatuhnya harga-harga di Dalian China, sementara a2 Milk memimpin saham Selandia Baru lebih tinggi menyusul laporan kuartalan yang optimis dari perusahaan susu yang lebih kecil.

Indeks acuan ASX 200 di Bursa Efek Australia tergelincir 0,11 persen atau 8,20 poin menjadi menetap di 7.272,50 poin, juga terbebani oleh penurunan lebih dari 1,0 persen di dua pemberi pinjaman teratas negara itu.

Penambang-penambang yang berfokus pada bijih besi, Fortescue Metals Group dan Rio Tinto masing-masing anjlok lebih dari 5,0 persen dan 3,0 persen, setelah harga bahan pembuat baja anjlok lebih dari 4,0 persen di China.

Pemberi pinjaman lapis kedua Bank of Queensland merosot 4,3 persen setelah memperingatkan bahwa marginnya di tahun mendatang akan menurun karena persaingan yang ketat dan lingkungan suku bunga yang rendah.

Baca juga: Saham Australia berakhir merosot, indeks ASX 200 tergerus 0,26 persen

Sementara itu operator kasino Star Entertainment rebound 6,5 persen, setelah kehilangan seperempat nilainya hanya dalam dua sesi di tengah kekhawatiran bahwa masalah tata kelola akan menghasilkan pengawasan peraturan yang lebih ketat yang telah menjangkiti sektor ini dan terutama saingannya yang lebih besar, Crown Resorts.

Star tampak menenangkan saraf dalam pengumuman setelah pasar tutup pada Selasa (12/10/2021), mengatakan telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi laporan rahasia oleh KPMG yang menunjukkan kegagalan untuk mengendalikan pencucian uang dan penipuan di dua resornya.

Saham a2 Milk melonjak lebih dari 12 persen setelah Bubs Australia melaporkan hasil kuartal pertama yang menunjukkan lonjakan 156 persen dalam pendapatan yang dihadapi China, dan menegaskan bahwa sebagian besar telah mengatasi gangguan COVID-19.

Perusahaan susu Selandia Baru itu telah kehilangan hampir 60 persen nilainya sejak Desember tahun lalu karena pembatasan perjalanan dan gangguan COVID-19 menghantam pasar terbesarnya, China.

Kenaikan a2 Milk membantu bursa saham Selandia Baru menghentikan kerugian enam sesi berturut-turut, dengan indeks acuan NZX 50 ditutup 0,22 persen atau 28,92 poin lebih tinggi pada 13.025,18 poin.

Baca juga: IHSG ditutup menguat, terkerek berlanjutnya aksi beli investor asing
Pewarta : Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021