Saham Australia menguat didorong sektor pertambangan dan energi

Saham Australia menguat didorong sektor pertambangan dan energi

Ilustrasi bendera Australia dan perdagangan saham naik. ANTARA/Shutterstock/pri.

Sydney (ANTARA) - Saham-saham Australia menguat untuk sesi kedua berturut-turut pada perdagangan Jumat pagi, terangkat oleh kenaikan saham pertambangan dan energi karena harga-harga komoditas dasar lebih tinggi, sementara Rio Tinto tergelincir setelah memangkas perkiraan pengiriman bijih besi 2021.

Indeks acuan S&P/ASX 200 di Bursa Efek Australia bertambah 0,51 persen menjadi diperdagangkan di 7.349,10 poin pada pukul 00.31 GMT dan berada di jalur untuk kenaikan mingguan kedua berturut-turut.

Saham sektor industri tambang terangkat 1,33 persen setelah harga seng melonjak ke level tertinggi 14 tahun semalam dan harga tembaga, nikel dan emas juga meningkat.

BHP Group naik 2,7 persen setelah mendapatkan dukungan 83 persen untuk peta jalan perubahan iklim, hasil yang jauh lebih kuat dari yang diperkirakan, sementara Fortescue Metals bertambah 2,3 persen.

Rio Tinto tergelincir hingga 1,2 persen setelah menurunkan perkiraan pengiriman bijih besi tahunan karena pasar tenaga kerja yang lebih ketat di Australia Barat menunda penyelesaian tambang greenfield baru.

Maskapai Qantas Airways melonjak hingga 4,3 persen setelah menyetujui kesepakatan senilai 802 juta dolar Australia (595 juta dolar AS) untuk menjual tanah di dekat Bandara Sydney kepada sebuah konsorsium yang dipimpin oleh LOGOS Property Group untuk mengurangi utang.

Saham sektor energi menguat 1,1 persen, mengikuti harga minyak mentah yang naik 1,0 persen semalam setelah produsen minyak utama Arab Saudi menolak seruan untuk tambahan pasokan OPEC+ dan Badan Energi Internasional mengatakan lonjakan harga gas alam dapat meningkatkan permintaan minyak di antara pembangkit listrik.

Saham kelas berat Whitehaven Coal Ltd dan Beach Energy Ltd memimpin kenaikan pada sub-indeks, masing-masing naik 2,17 persen dan 1,4 persen.

Perusahaan asuransi Insurance Australia Group jatuh sebanyak 3,5 persen setelah regulator sekuritas meluncurkan proses hukuman perdata terhadap sebuah unit atas kegagalannya memberikan diskon senilai 60 juta dolar Australia kepada hampir 600.000 nasabah.

Sementara itu, indeks acuan S&P/NZX 50 Selandia Baru menyusut 0,07 persen menjadi diperdagangkan di 13.038,80 poin.

Baca juga: Saham Australia setop rugi beruntun 3 hari, ASX 200 naik 0,54 persen
Baca juga: Bursa Australia sedikit menguat didorong saham penambang dan teknologi
Baca juga: Saham Australia ditutup turun, terseret jatuhnya saham pertambangan
Pewarta : Apep Suhendar
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2021