Saham Australia ditutup di tertinggi 3 minggu, ASX 200 naik 19,10 poin

Saham Australia ditutup di tertinggi 3 minggu, ASX 200 naik 19,10 poin

Ilustrasi - Pasar Saham, Bursa Efek dengan bendera Australia.ANTARA/Shutterstock/pri (Shutterstock)

Sydney (ANTARA) - Saham-saham Australia berakhir lebih tinggi untuk sesi ketiga berturut-turut pada perdagangan Senin, ditutup di level tertinggi dalam tiga minggu, didukung oleh keuntungan di saham sektor pertambangan dan keuangan.

Indeks acuan S&P/ASX 200 di Bursa Efek Australia menguat 0,26 persen atau 19,10 poin menjadi menetap di 7.381,10 poin, dengan penambang naik 1,0 persen didukung harga tembaga, aluminium, dan seng yang kuat di tengah kendala pasokan karena kenaikan harga listrik di Eropa menyebabkan beberapa pengurangan produksi.

Keuntungan di sektor ini, yang sangat bergantung pada ekspor ke China, dibatasi oleh ekonomi terbesar kedua di dunia itu yang gagal memenuhi perkiraan pertumbuhan PDB kuartal ketiga.

Saham kelas berat pada sub-indeks Rio Tinto, Fortescue Metals dan BHP Group naik dalam kisaran 0,9 persen hingga 1,9 persen.

"Keuntungan (dalam saham pertambangan) adalah bagian dari rebound yang lebih luas dari aksi jual awal tahun ini," kata Dale Raynes, Associate Director di CPS Capital.

Sektor keuangan juga membantu indeks acuan karena mereka naik 1,0 persen. Apa yang disebut bank "Empat Besar" naik antara 0,5 persen dan 1,6 persen.

Baca juga: Saham Australia sedikit menguat didorong sektor energi dan penambang

Saham perjalanan reli setelah Sydney melonggarkan lebih banyak pembatasan COVID-19 karena tingkat vaksinasi meningkat. Qantas Airways bertambah 1,1 persen, sementara perusahaan manajemen perjalanan Flight Center, Corporate Travel Management dan Webjet naik antara 0,4 persen dan 2,2 persen.

Saham-saham energi menguat 0,8 persen setelah harga minyak mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun karena pulihnya permintaan dari pandemi dan peralihan gas-ke-minyak untuk pembangkit listrik.

Keuntungan dalam keuangan dan penambang dipotong oleh saham teknologi dan emas. Saham teknologi turun 1,2 persen, mengikuti penurunan di Asia akibat data China yang lemah, sementara saham emas turun 1,3 persen.

Saham perawatan kesehatan, yang lebih bergantung pada ekspor dan menghasilkan dalam dolar AS, turun 1,0 persen didukung pelemahan greenback di sesi sebelumnya.

Indeks acuan S&P/NZX 50 Selandia Baru tergelincir 0,11 persen atau 13,68 poin menjadi ditutup di 12,998,51 poin, setelah indeks harga konsumen negara itu mengalahkan ekspektasi pada kuartal ketiga, melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari satu dekade dan menyebabkan kekhawatiran inflasi.

Baca juga: Saham China ditutup turun, tertekan ekonomi tumbuh terendah 1 tahun
Pewarta : Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021