Konser "hybrid" dan "drive in" tetap jadi tren meski pandemi usai

Konser

Penggemar grup idola BTS menyaksikan konser daring di kafe penggemar dengan penerapan protokol kesehatan mencegah penyebaran COVID-19 di Seoul, Korea Selatan, Sabtu (10/10/2020). ANTARA/REUTERS/HEO RAN.

Jakarta (ANTARA) - Direktur Musik, Film, dan Animasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Mohammad Amin menyebutkan konser musik dengan konsep "hybrid” dan “drive in” diperkirakan tetap akan menjadi tren meski konser di luar ruangan sudah mulai diperbolehkan bahkan ketika pandemi COVID-19 usai.

Hal itu disampaikannya dengan berkaca dengan kemajuan teknologi yang menyebabkan digitalisasi memengaruhi ekosistem sektor industri musik yang semakin dipercepat oleh adanya pandemi global.

“Saya rasa konser hybrid dan drive in itu akan tetap ada setelah pandemi selesai. Meski dunia sudah tidak lagi pandemi justru konsep konser itu bisa semakin bertambah banyak. Karena seperti kita tahu digitalisasi itu tidak terhindarkan termasuk dalam sektor musik yang sangat kreatif,” kata Amin dalam webinar “Prokes Aman, Nonton Konser Nyaman”, Selasa.

Amin menyebutkan beberapa konser yang sudah digelar cukup banyak menggunakan konsep hybrid dan drive in selama pandemi menunjukan cukup besar antusias dari para penggemar musik.

Baca juga: Pemerintah ingin majukan budaya lewat musik tradisi

Ia mencontohkan keberhasilan konser hybrid bertajuk “Rhapsodi Indonesia” hasil kolaborasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama band legendaris Slank.

Disiarkan daring serta mengedepankan protokol kesehatan, konser itu menunjukan keindahan lima destinasi wisata esensial di Indonesia disertai kehadiran Slank yang memukau.

Konser itu dinilai sukses karena menyedot perhatian masyarakat meski tak diadakan secara langsung.

Oleh karena itu dirinya yakin bahwa konser hybrid dan drive in akan tetap bertahan sebagai bentuk inovasi dan memberikan lebih banyak opsi kepada para pecinta musik.

Meski demikian pihaknya pun terus berupaya agar konser langsung di luar ruangan dapat kembali terlaksana dengan menurunnya level PPKM di Indonesia.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyiapkan aturan penerapan protokol kesehatan baik untuk konser dengan peserta banyak hingga untuk acara live music di kafe- kafe lewat panduan CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability).

“Intinya untuk menciptakan konser yang aman dan nyaman di masa pandemi ini tentu saja harus mematuhi protokol kesehatan agar bisa berjalan dengan baik,” tutup Amin.

Baca juga: Kelebihan menyaksikan konser virtual menurut Ahmad Albar

Baca juga: Pandemi munculkan genre musik baru & duet Vidi Aldiano - Tiara Andini

Baca juga: Pandemi pengaruhi genre dan tren musik baru

Pewarta : Livia Kristianti
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2021