BPJS Kesehatan ungkap strategi program JKN-KIS di tengah pandemi

BPJS Kesehatan ungkap strategi program JKN-KIS di tengah pandemi

Dirut BPJS Kesehatan Ghufron Mukti dalam kegiatan ISSA Internal Meeting on Sickness Benefits Organized by TC Health, Selasa (19/10/2021). ANTARA/HO-BPJS Kesehatan

Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti mengemukakan pelayanan berbasis digital menjadi salah satu strategi efektif dalam menghadapi tantangan pandemi COVID-19.

"Di masa pandemi, BPJS Kesehatan terus meningkatkan inovasi berbasis digital untuk mempermudah pemberian layanan terhadap peserta," kata Ali Ghufron Mukti dalam kegiatan ISSA Internal Meeting on Sickness Benefits Organized by TC Health, yang diikuti secara virtual dari Jakarta, Selasa.

Sesuai Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), kata Ghufron, BPJS Kesehatan telah ditunjuk Pemerintah sebagai badan penyelenggara jaminan sosial di bidang kesehatan.

"Artinya, dengan hadirnya program JKN-KIS tersebut, seluruh masyarakat Indonesia bisa menjamin kesehatannya lewat program yang diselenggarakan BPJS Kesehatan,” katanya.

Ghufron menjelaskan, sistem jaminan sosial yang berlaku di Indonesia memiliki keuntungan tersendiri bagi masyarakat. Tidak terbatasnya usia dan bisa memperoleh jutaan manfaat dari sistem jaminan sosial tersebut merupakan keunggulan tersendiri bagi masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan sosial.

Baca juga: BPJS Kesehatan gandeng Bank Nagari permudah peserta bayar iuran
Baca juga: DJSN-BPJS Kesehatan luncurkan Buku Statistik JKN 2015-2019


Situasi pandemi COVID-19 yang masih berlangsung mendorong sistem jaminan sosial di Indonesia menerapkan strategi khusus dalam pengelolaan pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien, salah satunya dengan pemanfaatan layanan digital.

Menurutnya pemanfaatan layanan secara daring mampu memudahkan peserta, baik peserta JKN-KIS maupun fasilitas kesehatan dalam memanfaatkan dan memberikan pelayanan.

“Adanya layanan telekonsultasi bagi peserta, hadirnya displai jadwal tindakan operasi, dan sistem antrean online yang terintegrasi ke dalam aplikasi Mobile JKN harapannya tentu bisa memberikan kemudahan bagi peserta dalam mengakses pelayanan di faskes,” kata Ghufron.

Ghufron menambahkan, dalam aspek administrasi kepesertaan, BPJS Kesehatan telah menghadirkan program BPJS Siap Membantu (BPJS SATU!). Artinya akan ada petugas BPJS Kesehatan dengan menampilkan identitas tertentu yang siap membantu peserta JKN-KIS jika mengalami kendala atau keluhan dengan pelayanan rumah sakit.

“Kami juga melakukan pemantauan dan koordinasi rutin dengan petugas rumah sakit untuk memastikan bahwa peserta JKN-KIS mendapatkan pelayanan yang berkualitas baik," ujarnya.

Baca juga: Layanan digital beri dampak positif pada pelayanan kesehatan
Baca juga: Dirut BPJS Kesehatan: Sustainabilitas jaminan kesehatan harus terjaga


Dalam era pandemi, menurut dia, BPJS Kesehatan juga berinovasi dengan menyediakan beberapa pelayanan tanpa tatap muka melalui Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA), Chat Assistant JKN (CHIKA) dan Voice Interactive JKN (VIKA) dan BPJS Kesehatan Care Center 165.

Selain BPJS Kesehatan, turut hadir dalam acara tersebut institusi bidang jaminan kesehatan dari beberapa negara, seperti National Health Insurance Service (NHIS) Republik Korea, Social Security Institution (KELA) Finlandia, Social Security Institution (SGK) Turkey dan National Sickness Insurance Fund (CNAM) Perancis.

Baca juga: BPJS Kesehatan dorong penerapan digitalisasi layanan kesehatan
Baca juga: Pandemi COVID-19 dorong inovasi layanan digital BPJS Kesehatan
Baca juga: BPJS Kesehatan luncurkan "care center 165" dengan banyak inovasi
Pewarta : Andi Firdaus
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021