Satgas: Cakupan vaksinasi COVID-19 Aceh Utara terendah di Aceh

Satgas: Cakupan vaksinasi COVID-19 Aceh Utara terendah di Aceh

Arsip - Petugas kesehatan mempersiapkan vaksin COVID-19 yang akan disuntikkan pada mahasiswa di Kampus Politeknik Negeri Lhokseumawe, Aceh, Selasa (14/9/2021). (ANTARA FOTO/Rahmad/aww.)

Banda Aceh (ANTARA) - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Aceh menyatakan Kabupaten Aceh Utara menjadi daerah paling rendah cakupan vaksinasi di Aceh, sehingga diminta untuk lebih gencar melakukan sosialisasi dan vaksinasi kepada masyarakat.

"Cakupan vaksinasi COVID-19 di Aceh Utara masih paling rendah dibandingkan kabupaten/kota lainnya, baik cakupan dosis pertama maupun dosis kedua," kata Juru Bicara COVID-19 Aceh Saifullah Abdulgani di Banda Aceh, Selasa.

Dia menyebutkan Aceh Utara untuk sementara menjadi juru kunci cakupan vaksinasi COVID-19 di Aceh. Cakupan vaksinasi dosis pertama bagi semua kelompok sasaran baru mencapai 73.888 orang atau 16,1 persen dari total sasaran 458.608 orang.

"Sedangkan cakupan vaksinasi dosis kedua baru diberikan kepada 33.832 orang atau 7,4 persen," kata Saifullah.

Baca juga: Nakes Aceh dibekali penanganan pasien KIPI vaksin COVID-19

Baca juga: Kapolres: Vaksinasi di Kompleks PPI Abdya Aceh kembali normal


Ia menambahkan Banda Aceh masih memimpin cakupan vaksinasi tertinggi yakni penyuntikan dosis pertama sebanyak 145.191 orang, atau 76,3 persen dari total sasaran yang mencapai 190.289 orang.

Dan kemudian penduduk ibukota provinsi itu yang telah menuntaskan vaksinasi hingga dosis kedua sudah mencapai sebanyak 95.316 orang atau 50,1 persen.

Beberapa cakupan vaksinasi dosis pertama dari paling tinggi hingga terendah menurut kabupaten/kota meliputi Banda Aceh, Gayo Lues 39,3 persen, Bener Meriah 39 persen dan Langsa 38,7 persen.

Selanjutnya Aceh Tengah 37,8 persen, Simeulue 35,4 persen, dan Lhokseumawe 35,2 persen, Sabang 34,8 persen, Aceh Singkil 34,1 persen, Aceh Tamiang 33,7 persen, Aceh Tenggara 32,3 persen, Aceh Barat Daya 31,8 persen, Pidie Jaya 28,3 persen, dan Nagan Raya 28,1 persen.

Sedangkan Kota Subulussalam 25,6 persen, Aceh Selatan 24,4 persen, dan Aceh Timur 21,7 persen, Aceh Barat 21,4 persen, Aceh Jaya 21 persen, Bireuen 19,8 persen, Aceh Besar 18, persen, Pidie 17,6 persen, dan Aceh Utara baru 16,1 persen.

Sedangkan untuk cakupan vaksinasi COVID-19 secara keseluruhan Aceh telah mencapai 1,1 juta orang atau 28,1 persen dari total sasaran 4 juta orang. Sedangkan 577.153 orang atau 14,3 persen di antaranya telah menyelesaikan hingga penyuntikan dosis kedua.

“Cakupan vaksinasi COVID-19 Aceh sangat tergantung pada progres vaksinasi yang berjalan seluruh kabupaten/kota,” katanya.

Di samping percepatan vaksinasi COVID-19, dia tetap mengajak masyarakat untuk disiplin protokol kesehatan, meliputi memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas.

Di samping itu, hingga kini kasus COVID-19 di Aceh telah mencapai 38.230 orang, di antaranya pasien yang sedang dirawat tersisa 328 orang, pasien yang telah sembuh 35.869 orang, serta kasus meninggal dunia sudah mencapai 2.033 orang.*

Baca juga: Ulama Aceh dukung gerakan vaksinasi COVID-19

Baca juga: IDI: Pelayanan vaksinasi bagi masyarakat di Abdya Aceh tetap berjalan
Pewarta : Khalis Surry
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021