Menparekraf: Pendekatan teknologi bantu industri pariwisata bangkit

Menparekraf: Pendekatan teknologi bantu industri pariwisata bangkit

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno saat menjadi pembicara di workshop Pengembangan di Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif, di Latar Ijen, Malang, Jawa Timur, Sabtu (16/10/2021). ANTARA/HO-Kemenparekraf/pri.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan pendekatan teknologi memiliki pengaruh besar dalam membangkitkan industri pariwisata yang terdampak selama masa pandemi COVID-19.

"Pendekatan teknologi sangat membantu industri pariwisata di tengah dampak pandemi yang sangat memukul industri ini, terutama pada sektor perhotelan dengan okupansi yang menurun secara drastis," kata Menparekraf dikutip dari siaran pers, Kamis.

Baca juga: Sandiaga: Kuliner Mie Aceh buka peluang usaha dan lapangan kerja

Namun, Menteri Sandiaga mengingatkan, industri pariwisata harus bergerak kembali melalui protokol CHSE -- singkatan dari Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment (Ramah lingkungan) -- yang telah menjadi standar untuk memastikan layanan pariwisata memiliki standar protokol kesehatan terbaik.

Lebih lanjut, Menparekraf mengatakan pihaknya melihat optimisme terhadap pemulihan pariwisata yang terus membaik, seiring dengan angka vaksinasi yang juga terus meningkat. Perubahan baik ini bisa didukung melalui adaptasi teknologi hingga sinergi antarpihak.

"Kunci utama bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif agar dapat bertahan di tengah pandemi adalah memiliki kemampuan adaptasi, inovasi, dan kolaborasi yang baik dalam memanfaatkan teknologi," kata dia.

"Selain itu, integrasi antara sektor pariwisata dan sektor kesehatan juga menjadi elemen yang tak terpisahkan dari upaya pemulihan ini," ujarnya menambahkan.

Menparekraf memaparkan, pandemi membawa sejumlah perubahan dalam perilaku wisatawan yang turut dirasakan oleh para pelaku industri pariwisata Indonesia.

Beberapa di antaranya adalah preferensi perjalanan domestik, integrasi layanan pariwisata dan kesehatan berbasis digital, dan staycation dengan pengalaman akomodasi yang unik semakin menjadi tren.

Selain itu, para wisatawan semakin sadar akan beberapa aspek yang sebelumnya belum menjadi perhatian sebelum pandemi, sehingga, adaptasi secara cepat terhadap perubahan dan percepatan digitalisasi pariwisata pun menjadi kunci dalam menghadapi perubahan tersebut.

"Diharapkan (pelaku pariwisata) tetap membawa beragam inovasinya demi mendukung kembalinya kejayaan pariwisata Indonesia pasca pandemi, serta dapat menggerakkan ekonomi dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya," ujarnya.

Baca juga: Menparekraf minta UMKM Aceh manfaatkan peluang saat PON 2024

Baca juga: Sandi ingin Desa Wisata Saung Ciburial jadi ikon baru sektor parekraf

Baca juga: Kemenparekraf tinjau hotel karantina untuk kesiapan pariwisata Bali
Pewarta : Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2021