Pencari suaka di Batam bersyukur sudah divaksinasi COVID-19

Pencari suaka di Batam bersyukur sudah divaksinasi COVID-19

Para pencari suaka berbincang di Taman Aspirasi di Kota Batam Kepulauan Riau, Kamis. (ANTARA/Naim)

Batam (ANTARA) - Para pencari suaka yang berada di Kota Batam Kepulauan Riau menyatakan bersyukur telah divaksinasi COVID-19, atas bantuan pemerintah Indonesia.

"Kami mendapat vaksin dari Pemerintah Indonesia, kami menghargainya," kata kata pencari suaka asal Afganistan, Zabi di Batam, Kamis.

Ia menyatakan telah mendapatkan vaksin dosis pertama beberapa bulan lalu, dan masih menunggu pemberian suntikan dosis kedua.

Dalam kesempatan itu, ia bercerita pengalamannya berada di penampungan pencari suaka selama masa pandemi COVID-19.

Baca juga: Pencari suaka kembali berunjuk rasa di Batam

Baca juga: Anies: Vaksinasi untuk pencari suaka berkat kolaborasi


Sekitar sebulan yang lalu, banyak di antara pencari suaka yang menjadi suspek COVID-19, namun penanganan yang didapatkan relatif tidak baik.

"Situasi yang sangat buruk. Ada delapan orang dalam satu ruangan, kami tidak bisa menjaga jarak. Jadi, jaga jarak tak berarti bagi kami," kata dia.

Apabila ada satu di antara penghuni kamar disinyalir menderita COVID-19, maka tidak disiapkan kamar terpisah untuk menjalani isolasi. Mereka tetap berada dalam satu kamar dengan tujuh orang lainnya.

Dan jika mereka berobat ke Puskesmas, dan dinyatakan suspek COVID-19 oleh petugas medis, maka mereka harus menunggu beberapa bulan untuk mendapatkan penanganan dari lembaga internasional yang mengurusnya.

"Itu tanpa arti," kata dia.

Menurut dia, meski (COVID-19) diderita sejumlah pencari suaka, namun tidak ada laporan korban meninggal karena COVID-19 di Batam.

"Di kota ini enggak ada kasus kematian, tapi di kota lain ada," kata dia.

Dalam kesempatan itu, ia menegaskan, problema utama pencari suaka bukan tantangan dari COVID-19, melainkan mendapatkan kepastian atas masa depannya.

Para pencari suaka telah berada di Batam bertahun-tahun, bahkan sampai sembilan tahun. Namun, hingga kini belum ada kepastian penempatan dan pemberangkatan ke negara ketiga.

"Sekarang ini, COVID-19, makanan dan minuman ada perhatian terakhir. Yang saya derita adalah ketidakpastian masa depan," kata dia.*

Baca juga: Ratusan migran di Meksiko berebut permohonan suaka

Baca juga: PBB sebut Malaysia larang UNHCR bertemu pengungsi, pencari suaka
Pewarta : Yuniati Jannatun Naim
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021