Saham Australia datar, kerugian penambang imbangi kenaikan perjalanan

Saham Australia datar, kerugian penambang imbangi kenaikan perjalanan

Dokumentasi - Seorang investor melihat papan yang menampilkan harga saham di Bursa Efek Australia (ASX) di Sydney, Australia. ANTARA/REUTERS/Steven Saphore/am.

Sydney (ANTARA) - Saham-saham di bursa saham Australia datar pada perdagangan Jumat pagi, dengan kerugian di saham penambang utama karena harga komoditas yang lebih lemah mengimbangi kenaikan saham perjalanan, ketika kota terbesar kedua di negara itu keluar dari penguncian COVID-19 terlama di dunia.

Indeks acuan S&P/ASX 200 di Bursa Efek Australia turun tipis 0,1 persen menjadi diperdagangkan di 7.407,40 poin pada pukul 00.21 GMT. Indeks acuan berakhir 0,02 persen lebih tinggi pada Kamis (21/10/2021).

Melbourne muncul dari serentetan pembatasan COVID-19 terbaru setelah menjalani hampir sembilan bulan pembatasan selama enam penguncian terpisah sejak Maret 2020, yang merupakan penguncian kumulatif terpanjang untuk kota mana pun di dunia.

Saham-saham perjalanan melonjak karena pencabutan penguncian di pantai timur negara itu, dengan agen perjalanan Flight Center Travel dan Webjet masing-masing melonjak 3,1 persen dan 3,2 persen.

Operator penerbangan Qantas melambung 4,9 persen ke level tertinggi 1,5 tahun, setelah mengajukan rencana untuk membuka kembali rute penerbangan internasional yang populer.

Penambang-penambang utama turun 1,8 persen tertekan jatuhnya harga bijih besi semalam. Tiga serangkai pertambangan besar negara itu - BHP Group, Rio Tinto dan Fortescue Metals turun antara 1,5 persen dan 2,2 persen.

Operator kereta api Aurizon anjlok 6,9 persen, penurunan intraday terbesarnya dalam lebih dari setahun setelah mengumumkan kesepakatan 2,35 miliar dolar Australia (1,75 miliar dolar AS) untuk mengakuisisi One Rail Australia (ORA) dari dana Macquarie.

Indeks acuan S&P/NZX 50 Selandia Baru menguat 0,24 persen menjadi diperdagangkan di 13.157,50 poin.
Pewarta : Apep Suhendar
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2021