Bahlil: Pandemi COVID-19 peluang genjot ekonomi

Bahlil: Pandemi COVID-19 peluang genjot ekonomi

Tangkapan layar - Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia saat menyampaikan keynote speech pada The 3rd West Java Investment Summit (WJIS) 2021 secara virtual, Kamis (21/10/2021). ANTARA/Youtube Bank Indonesia/pri.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa pandemi COVID-19 telah membuka banyak peluang bagi Indonesia untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam diskusi webinar yang digelar oleh Ikatan Alumni Harvard di Indonesia, Harvard Club of Indonesia (HCI), Rabu (20/10), Bahlil mengatakan pandemi COVID-19 telah memberikan banyak pelajaran penting bagi seluruh golongan masyarakat di Indonesia, termasuk tantangan di dalamnya.

"Kami, di Kementerian Investasi, menganggap pandemi ini sebagai peluang di tengah tantangan. Kenapa saya katakan sebagai peluang, yang pertama kita melakukan reformasi terhadap regulasi kita yang tumpang tindih," kata Bahlil dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat.

Baca juga: Menteri Bahlil sebut Jawa Barat provinsi paling diminati investor

Alasan kedua, lanjut mantan Ketua Umum Hipmi itu, yakni pandemi memberi kesempatan untuk melakukan konsolidasi domestik.

"Kita tahu pada tahun 2020 pada saat pandemi menggoyang ekonomi global sehingga foreign direct investment (FDI) ke Indonesia turun signifikan, ekonomi kita tetap relatif lebih baik dibandingkan negara lain karena kita ditopang oleh investasi domestik. Nah ini harus dilihat sebagai peluang," ungkapnya.

Bahlil menjelaskan bahwa investasi memiliki peran sangat penting dalam rangka mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional.

Sesuai dengan arahan Presiden RI Joko Widodo, bahwa transformasi ekonomi harus didorong untuk mengarah pada hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah. Indonesia tidak boleh dikenal dunia sebagai pengimpor bahan baku mentah.

"Saya berpendapat bahwa dalam proses menggiring ke sana, penting melakukan investasi berkelanjutan, salah satu di antaranya kegiatan investasi yang berbasis ekonomi hijau dan ekonomi biru," jelas Bahlil.

Baca juga: Temui Verstegen, Bahlil siap kawal investasi pala di Fakfak

Senada dengan Menteri Investasi, CEO Indonesia Investment Authority (INA) Ridha Wirakusumah mengamini bahwa pandemi COVID-19 ini telah memberikan pelajaran penting dengan mengekspos hal-hal yang masih perlu diperkuat di Indonesia.

Hal-hal itu antara lain sistem dan layanan kesehatan, logistik dan infrastruktur, teknologi digital, juga kompetensi sumber daya manusia.

"Pandemi telah mengekspos kelemahan-kelemahan kita, dan saya rasa justru ini bisa jadi kesempatan Indonesia untuk memperbaiki akar masalahnya juga memperkuat area-area tersebut dengan lebih terfokus, seperti antara lain di bidang infrastruktur kesehatan, digital economy, digital infrastructure, kemampuan SDM, dan sustainability," terangnya.

Ridha mengatakan bahwa INA pun terus menggali berbagai peluang kolaborasi dengan sejumlah investor, baik investor dalam negeri dan investor global, untuk berinvestasi di Indonesia.

Menurut dia, para investor memiliki ketertarikan yang tinggi untuk berinvestasi di Indonesia terlebih pemerintah terus membenahi ekosistem investasi, kepastian regulasi, serta proses investasi yang jelas dan transparan.

"Ketertarikan investor terus tinggi untuk berinvestasi di Indonesia karena kita punya begitu banyak potensi luar biasa. Tugas kita semua adalah untuk memastikan potensi itu dapat direalisasikan. Oleh karena itu, semua elemen pelaku usaha, pemerintah, dan stakeholder terkait harus bergerak bersama menuju satu tujuan," tutup Ridha.

 
Pewarta : Ade irma Junida
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021