Mengenang sosok Mantan Menteri Lingkungan Hidup Nabiel Makarim

Mengenang sosok Mantan Menteri Lingkungan Hidup Nabiel Makarim

Tangkapan layar Dirjen Gakkum KLHK Rasio Ridho Sani dalam upacara pemakaman Mantan Menteri Lingkungan Hidup Nabiel Makarim, dipantau virtual dari Jakarta, Sabtu (23/10/2021) (ANTARA/Prisca Triferna)

Jakarta (ANTARA) - Sektor lingkungan hidup Indonesia berduka ketika salah satu tokohnya yaitu Nabiel Makarim berpulang dalam usia 75 tahun pada Jumat, 22 Oktober di kediamannya karena sakit.

Bagi mereka yang berkecimpung dalam dunia lingkungan hidup di Indonesia, nama Nabiel tidak asing didengar karena pernah mengabdikan diri kepada negara sebagai Menteri Negara Lingkungan Hidup pada periode 2001-2004.

Nabiel menjadi penggawa Kementerian Lingkungan Hidup, yang kini telah melebur dengan Kementerian Kehutanan menjadi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dalam Kabinet Gotong Royong yang dipimpin oleh Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri.

Nabiel Makarim lahir di Surakarta, Jawa Tengah pada 9 November 1945. Dia menikah dengan Ainun Makarim dan memiliki dua anak, satu orang anak laki-laki dan satu anak perempuan. 

Dia pernah mengenyam pendidikan di Institut Teknologi Bandung selama setahun sebelum akhirnya melanjutkan sekolah ke Swinburne College of Technology di Australia dan lulus pada 1974.

Pendidikan lanjutan yang diambilnya menghasilkan gelar Master of Science in Management di Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan  Master in Public Administratio di Harvard University, Amerika Serikat pada 1985.

Kembali ke Tanah Air, Nabiel masuk ke dalam jajaran birokrasi Kementerian Lingkungan Hidup dengan pada 1989-1992 dia menjabat sebagai Asisten Menteri Bidang Pengendalian Kerusakan Lingkungan di Kantor Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup pada masa kepemimpinan Menteri Lingkungan Hidup Emil Salim.

Posisi penting lain yang juga pernah dipegangnya adalah  Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran, Badan Pengendalian Dampak Lingkungan (BAPEDAL) yang dipegangnya pada 1990 sampai 1998.

Sempat "menjauh" dari bidang lingkungan hidup setelah keluar dari jabatannya pada 1998. Dia kemudian menjadi anggota Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) hingga 2001, sebelum akhirnya ditunjuk oleh Presiden RI ke-5 Megawati Seokarnoputri untuk memimpin kementerian yang sempat ditingalkannya. 

Beberapa program yang memiliki jejak pemikirannya seperti Program Kali Bersih (Prokasih) dan Program for Pollution Control, Evaluation and Rating (PROPER) yang diluncurkannya pada 1995.

Selain berkiprah di Kementerian Lingkungan Hidup, Nabiel juga pernah menjadi tenaga pendidik di program magister Universtas Indonesia dalam bidang konsentrasi Ekonomi Lingkungan.

Indonesia berduka

Kepergian penerima tanda jasa Bintang Jasa Utama itu mendorong banyak ucapan duka terlontar dari berbagai tokoh di Indonesia, mulai dari pejabat sampai dengan lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang lingkungan hidup. 

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya menyampaikan duka cita lewat media sosial resminya. Dia menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kehilangan tokoh negar itu.

"Atas nama pribadi dan keluarga besar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, mengucapkan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya Bapak Nabiel Makarim, Menteri Lingkungan Hidup pada Kabinet Gotong Royong (2001-2004). Semoga Almarhum diberikan tempat terbaik disisi-NYA," tulis Menteri LHK Siti dalam unggahan di akun Facebook resminya.

"Segenap doa ditujukan juga kepada keluarga kiranya diberikan ketabahan dan kekuatan. Aamin YRA," tambah Siti.

Kantor Staf Presiden (KSP) juga menyampaikan duka cita atas kepergan Nabiel Makarim lewat akun media sosial resminya. Dalam unggahannya, KSP menjabarkan berbagai posisi yang pernah dipegangnya seperti Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran di BAPEDAL serta Menteri Negara Lingkungan Hidup.

"Semoga amal ibadah beliau diterima di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, ketabahan dan keikhlasan. Amin," seperti yang terunggah di akun Facebook resmi KSP.

Tidak ketinggalan ucapan duka disampaikan oleh Wakil Presiden RI ke-11 Boediono lewat cuitan di media sosialnya. Dia menyampaikan duka cita atas berpulangnya sejawatnya Nabiel Makarim.

"Innalillahi wa innaillahi rojiun. Turut brrduka atas wafatnya sejawat kami Bapak Nabiel Makarim, Menteri Negara Lingkungan Hidup pada Kabinet Gotong Royong. Semoga husnul khotimah. Al fatihah," tulis Boediono dalam unggahannya di Twitter. 

Ucapan duka juga diutarakan oleh Yayasan WWF Indonesia, yang dalam unggahan di media sosial Twitter menyampaikan rasa duka mereka. 

"Yayasan WWF Indonesia turut berduka cita atas berpulangnya Bapak Nabiel Makarim, Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia periode tahun 2001-2004," cuit WWF Indonesia di Twitter.

Tidak hanya dari pejabat pemerintah dan organisasi lingkungan, ucapan belasungkawa juga disampaikan oleh penyanyi Nugie lewat komentar yang ditulisnya di bawah unggahan duka cita oleh KLHK. Dia menyebut sosok Nabiel sebagai inspirasi yang menjadi panutan.

"Inspirasi dan kebaikan yang Bapak berikan selalu menjadi panutan yang akan terus kami kenangkan. Selamat Jalan Pak Nabiel.Innalillahi Wainna Ilaihi Rajiun," tulis Nugie.  

Jasad mendiang Nabiel telah dimakamkan di Jakarta pada hari ini (Sabtu, 23/10) dalam upacara yang dipimpin inspektur upacara Direktur Jenderal Penegakan Hukum (Dirjen Gakkum) KLHK Rasio Ridho Sani.

Dalam pembacaan apel persada, Dirjen Gakkum Roy menyampaikan latar belakang almarhum dan pengabdiannya kepada Indonesia sebagai Menteri Linngkungan Hidup.

"Semoga jalan darma bakti yang ditempuhnya dapat menjadi suri tauladan bagi kita semua dan arwahnya mendapat tempat yang semestinya di alam baka," ujar Dirjen Gakkum KLHK Rasio dalam upacara pemakaman yang ditayangkan virtual oleh KLHK, dipantau dari Jakarta pada Sabtu.

 
Pewarta : Prisca Triferna Violleta
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021