Personel Polda Kalsel berpangkat tituler perwira di Afrika Tengah

Personel Polda Kalsel berpangkat tituler perwira di Afrika Tengah

Dokumentasi enam bintara Polda Kalimatan Selatan yang mendapat pangkat tituler perwira dalam penugasan mereka dalam misi internasional Minusca, di bawa bendera PBB. Mereka bertugas selama setahun di Republik Afrika Tengah. ANTARA/Firman

Banjarmasin (ANTARA) - Bintara personel Polda Kalimantan Selatan mendapatkan pangkat tituler perwira dalam penugasan mereka di Republik Afrika Tengah dalam kontingen Satuan Tugas Garuda Bhayangkara (Satgas Garbha) V Indonesia Formed Police Unit (FPU) 2 United Nations Multidimensional Integrated Stabilization Mission in Central African Republic (Minusca).

"Suatu kebanggaan bagi kami karena kawan-kawan bintara dari Polda Kalimantan Selatan semuanya menduduki jabatan perwira atau pangkat tituler selama bertugas," ucap Inspektur Polisi Satu Andi Kohar yang tergabung di Satgas Garbha V Indonesia FPU-2 Minusca, di Banjarmasin, Selasa.

Ia bersama lima personel Polda Kalimantan Selatan, yaitu Inspektur Polisi Dua Sardi Abdul Karim, Ajun Inspektur Polisi Dua Imam Syafi’i, Ajun Inspektur Polisi Dua Irawan Y Pratama, Ajun Inspektur Polisi Dua Eko B Nuryanto, dan Brigadir Polisi Kepala Zelly Tobing, baru saja kembali ke Tanah Air usai melaksanakan tugas misi kemanusiaan di bawah bendera PBB itu.

Selama satu tahun, enam anggota Polda Kalimantan Selatan itu menjadi bagian dari 280 polisi Indonesia yang ditugaskan dalam pasukan perdamaian di Republik Afrika Tengah dan sebagian di Darfur, Sudan.

Bertugas di negara konflik, kohar mengaku punya tantangan tersendiri dan dia bersyukur bisa menuntaskan semua misi sesuai rencana awal. "Beban yang diemban tidaklah ringan, kami adalah utusan negara yang wajib menjaga nama baik Merah Putih di dunia internasional," katanya.

Selama berada di negara pedalaman Afrika itu, mereka l pernah dua kali kontak tembak dengan pemberontak dari Seleka dan Anti Balaka yang kerap terjadi perang saudara.

"Dibandingkan negara sendiri, sudah sepatutnya kita bersyukur karena betapa susahnya hidup di negeri Benua Afrika yang penuh keterbatasan dan konflik berkepanjangan," kata Kohar. 
 
Pewarta : Firman
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2021