BNPB: 30 daerah lolos tahapan Anugerah Tangguh Adhiwirasana

BNPB: 30 daerah lolos tahapan Anugerah Tangguh Adhiwirasana

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). (ANTARA FOTO/M. Agung Rajasa/wdy)

Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengemukakan 30 daerah dinyatakan lolos dan maju pada tahap selanjutnya setelah mengikuti tahapan penjurian self-assessment dalam Anugerah Tangguh Adhiwirasana.

“Tim dewan juri telah memilih dan menetapkan 30 daerah yang unggul dari hasil aspek-aspek kualitatif, dengan metode penilaian kuesioner self-assessment dalam kriteria penilaian inisiatif inovasi dalam penanganan kesehatan, pemulihan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan sosial,” kata Ketua Dewan Juri Anugerah Tangguh Adhiwirasana, Dr Wahyu Tri Setyobudi dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa.

Baca juga: Ganip optimis Indonesia buktikan mampu selenggarakan gelaran dunia

Ia menyebut 30 daerah yang dinyatakan lolos adalah Provinsi DKI Jakarta, Jambi, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kepulauan Riau, Lampung, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Kabupaten Badung, Kabupaten Batu Bara, dan Kabupaten Jembrana.

Selain itu, Kabupaten Karimun, Kabupaten Karo, Kabupaten Kendal, Kabupaten Sragen, Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Toraja Utara, Kota Balikpapan, Kota Bandung, Kota Denpasar, Kota Medan, Kota Padang, Kota Pekalongan, Kota Salatiga, Kota Tarakan, serta Kota Tegal.

Daerah-daerah tersebut akan mengikuti sesi wawancara pada 28-29 Oktober 2021 dengan menghadirkan dewan juri penilai yang merupakan panelis ahli dari lintas bidang yang mumpuni, dalam penanganan bencana non-alam seperti COVID-19.

Wahyu mengatakan seluruh nilai yang didapat oleh daerah-daerah itu bisa dipertanggungjawabkan. Karena, berlandaskan data-data dan bukti yang disediakan oleh daerah juga tim panelis penilai, yang sudah berpengalaman menilai di ajang serupa.

Proses penjurian pada satu daerah, juga dilakukan oleh beberapa panelis agar dapat menjamin objektivitas penilaian.

Wahyu menambahkan bagi daerah yang tidak lolos, bukan berarti tidak memiliki penanganan yang baik. Tetapi, masih membutuhkan pengembangan terkait penulisan yang lebih sistematis mengenai inovasi dan inisiatif yang dilakukan setiap daerah.

“Terakhir, jangan khawatir karena acara seperti ini pasti akan ada lagi, sehingga pengalaman dan hasil yang sekarang dapat menjadi evaluasi dalam mengikuti ajang serupa di masa depan,” kata Wahyu.

Baca juga: BNPB apresiasi kreatifitas unsur pentaheliks melalui Tangguh Awards

Baca juga: Kepala BNPB: Indonesia jadi laboratorium bencana

Ketua Panitia Anugerah Tangguh Adhiwirasana I Nyoman Gede Agus Asrama mengapresiasi 77 daerah yang dengan serius mengikuti acara penghargaan tersebut.

“Selamat kami ucapkan kepada 30 daerah provinsi, kabupaten dan kota yang telah lolos ke tahap wawancara.” ujar dia.

Pada saat pandemi, kata dia, setiap daerah menjalankan proses pembelajaran untuk terus berinovasi dan berkolaborasi menjawab tantangan bangsa yang sedang dihadapi saat ini, yakni COVID-19.

“Ini adalah salah satu wujud bagaimana daerah bisa menarasikan penanganan pandemi COVID-19 di daerahnya dengan baik,” kata Agus.
Pewarta : Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021