Menkumham: Maknai Hari Dharma Karyadhika dengan dedikasi tinggi

Menkumham: Maknai Hari Dharma Karyadhika dengan dedikasi tinggi

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Prof Yasonna Hamonangan Laoly. ANTARA/HO-Humas Kemenkumham.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Hamonangan Laoly mengatakan peringatan Hari Dharma Karyadhika yang diperingati setiap tahun harus dimaknai dengan kerja tulus dan dedikasi yang tinggi oleh jajaran.

"Makna yang paling penting bagaimana bekerja dengan tulus, tanpa pamrih, dedikasi, semangat bekerja, dan berkarya untuk memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara," kata Yasonna Hamonangan Laoly pada peringatan Hari Dharma Karyadhika Ke-76 di Jakarta, Sabtu.

Pada peringatan Hari Dharma Karyadhika Ke-76 tersebut, Yasonna menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh jajarannya di Tanah Air karena semuanya telah bekerja keras dan berkoordinasi dengan unsur internal maupun eksternal.

Baca juga: Menkumham ingatkan jajaran untuk tingkatkan kapasitas hadapi tantangan

Selain itu, menurut dia, peran serta jajaran Kemenkumham di daerah sangat besar dalam membantu pemerintah daerah menghadapi dampak pandemi COVID-19 yang terjadi sejak awal 2020. Hal itu terutama membantu percepatan pemulihan ekonomi nasional.

Tidak sampai di situ, ia kembali mengingatkan seluruh jajarannya agar lebih giat lagi mengajak dan mendorong masyarakat supaya patuh dan melaksanakan protokol kesehatan terutama mengenai pentingnya vaksinasi COVID-19.

"Tetap optimistis dalam perjuangan melawan pandemi COVID-19," kata dia.

Baca juga: Menkumham terus ingatkan masyarakat agar patuh prokes COVID-19

Di beberapa kesempatan, Presiden kerap menyampaikan kasus penyebaran COVID-19 menurun secara signifikan bahkan diakui oleh dunia internasional.

Akan tetapi, lanjut dia, hal itu tidak boleh membuat masyarakat lupa diri dan merasa sudah aman dari paparan virus yang menyerang saluran pernapasan tersebut karena hingga saat ini Indonesia masih berjuang mempercepat vaksinasi supaya kekebalan komunal dapat tercipta.

"Sebab, kita tidak pernah tahu apakah akan ada gelombang COVID-19 selanjutnya. Namun kita berdoa agar bangsa ini selalu dikarunia rahmat dan dilindungi," ujarnya.

Baca juga: Yasonna Laoly: Ada 1.100 permohonan kepailitan-penundaan bayar utang
Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021