Dishub DKI tawarkan investasi di MRT dan LRT Jakarta

Dishub DKI tawarkan investasi di MRT dan LRT Jakarta

Arsip foto - Kereta ringan (LRT) Jakarta bersiap berangkat dari Stasiun Velodrome di Jakarta Timur, Jumat (6/8/2021). ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna.

Jakarta (ANTARA) - Dinas Perhubungan DKI Jakarta membuka peluang kepada para penanam modal dalam dan luar negeri untuk berinvestasi di sektor transportasi publik di antaranya MRT Jakarta dan LRT Jakarta.

"Ada banyak kesempatan untuk kerja sama di sektor transportasi yakni konstruksi MRT, LRT Jakarta yang sudah masuk masterplan transportasi," kata Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo dalam sesi diskusi Forum Investasi Jakarta (JIF) di Jakarta, Jumat.

Baca juga: Anies undang investor tanamkan modal di Jakarta

Menurut dia, pemulihan ekonomi di Indonesia dan pengendalian kasus COVID-19 menjadi momentum yang baik bagi para investor untuk menanamkan modal di Jakarta.

Tak hanya pembangunan fisik moda transportasi publik, lanjut dia, DKI Jakarta juga membangun fasilitas yang mendukung transportasi publik itu di antaranya fasilitas berbasis transit (TOD), "park and ride", dan fasilitas lainnya.

"Kami menawarkan kesempatan untuk kerja sama dan kolaborasi dan saya akan sepenuhnya membantu dalam implementasi target ini," ucapnya.
Tangkapan layar - Dirut PT MRT Jakarta William Sabandar ketika menjadi pembicara dalam Jakarta Investment Forum di Jakarta, Jumat (12/11/2021). ANTARA/Dewa Ketut Sudiarta Wiguna


Sementara itu, Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar dalam kesempatan yang sama menambahkan Pemprov DKI Jakarta telah mengenalkan konsep integrasi transportasi publik melalui JakLingko.

JakLingko, lanjut dia, mengintegrasikan semua sistem transportasi publik yang ada di Jakarta termasuk layanan sistem tiket berbasis akun pengguna jasa yang juga bakal terintegrasi rencananya mulai 2022.

Sedangkan MRT Jakarta, ujar William, tidak hanya sebagai bagian dari sistem transportasi publik tapi ikut menghidupkan kembali kota, dari yang dulunya banyak kendaraan pribadi menjadi kota yang mengandalkan transportasi publik dan berkaitan juga dengan TOD.

TOD, imbuh dia, dibangun di sejumlah titik sepanjang jalur MRT di antaranya Lebak Bulus, Fatmawati, Blok M, Istora Senayan serta Dukuh Atas dengan karakteristik berbeda.

Baca juga: DKI kemarin, proyek infrastruktur hingga pohon tumbang

Sebelumnya, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DKI Jakarta Benni Aguscandra mengatakan ada tujuh proyek infrastruktur yang sudah siap dijajaki kepada investor di antaranya infrastruktur dari MRT Jakarta dan LRT Jakarta.

Benni memaparkan untuk proyek infrastruktur di MRT Jakarta rencananya akan membangun area ritel di Stasiun MRT Bundaran HI dengan estimasi nilai proyek mencapai Rp50 miliar.

Kemudian, MRT Fase 4 rute Fatmawati-Taman Mini Indonesia Indah (TMII) nilai proyek diperkirakan mencapai Rp28 triliun, dan pembangunan kawasan ritel di Stasiun MRT Fatmawati estimasi senilai mencapai Rp29 miliar.

Selanjutnya, proyek infrastruktur transportasi di LRT Kelapa Gading-Jakarta International Stadium (JIS) dengan estimasi nilai proyek Rp6,6 triliun, pembangunan kawasan berorientasi transit (TOD) di Pegangsaan Dua senilai 103 juta hingga 106 juta dolar AS atau setara Rp1,53 triliun (kurs Rp14.500.

Baca juga: DKI tawarkan tujuh proyek dalam JIF senilai Rp41,9 triliun
Pewarta : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Taufik Ridwan
COPYRIGHT © ANTARA 2021