Pasien aktif COVID-19 di Sulteng tersisa 53 orang

Pasien aktif COVID-19 di Sulteng tersisa 53 orang

Sejumlah anak-anak yang terdampak langsung pandemi COVID-19, bermain bersama para pembimbing di Taman GOR Palu di Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (2/11/2021). Dukungan psikososial oleh Polda Sulawesi Tengah bekerja sama dengan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Sulawesi Tengah serta instansi terkait tersebut bertujuan untuk memberikan motivasi dan semangat kepada anak-anak untuk kembali beraktivitas dan belajar. ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah/foc.

Palu (ANTARA) - Juru Bicara Pusat Data dan Informasi (Pusdatina) COVID-19 Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Adiman menyatakan pasien aktif COVID-19 di Sulteng saat ini tersisa 53 orang.

"Kasus aktif COVID-19 atau warga terpapar COVID-19 yang masih menjalani isolasi di Sulteng hari ini tinggal 53 orang atau 0,11 persen dari total warga yang telah terpapar COVID-19 sebanyak 47.095 orang," katanya di Kota Palu, Selasa malam.

Ia menerangkan 53 orang yang terpapar COVID-19 itu berada di sejumlah daerah antara lain sembilan orang di Kabupaten Morowali Utara dan Tolitoli, delapan orang di Sigi, tujuh orang di Poso.

Kemudian, lima orang di Parigi Moutong dan Donggala, tiga orang di Buol, dua orang di Banggai, Morowali dan Kota Palu.

Baca juga: Patroli disiplin penerapan prokes digencarkan di Sulteng

Baca juga: Tingkat kesembuhan pasien COVID-19 di Sulteng capai 96,49 persen

"Sementara itu 45.443 pasien COVID-19 dinyatakan telah sembuh atau naik menjadi 96,49 persen dari total warga yang terpapar COVID-19 di Sulteng. Selain itu 1.599 orang dinyatakan meninggal dunia atau 3,40 persen,"ujarnya.

Hari ini Adiman mengatakan dua pasien COVID-19 dinyatakan telah sembuh dan dua orang terkonfirmasi terpapar COVID-19.

Adiman meminta masyarakat mendukung tim pengawas dinas kesehatan kabupaten dan kota di Sulteng yang melakukan penelusuran terhadap orang-orang yang pernah melakukan kontak dengan pasien positif COVID-19.

Selain itu, warga diimbau menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan dan penyebaran COVID-19 secara ketat.

"Caranya dengan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas di luar rumah. Langkah tersebut sangat penting dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran dan penularan COVID-19 di Sulteng," ujarnya.*

Baca juga: Pasien aktif COVID-19 di Sulawesi Tengah tersisa 58 orang

Baca juga: Gubernur Sulteng minta bupati dan wali kota fokus percepatan vaksinasi
Pewarta : Muhammad Arshandi
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021