Saham Australia melemah, kebangkitan COVID di Eropa picu kekhawatiran

Saham Australia melemah, kebangkitan COVID di Eropa picu kekhawatiran

Arsip Foto - Seorang investor berjalan melewati monitor yang memperlihatkan harga saham di Australian Securities Exchange (ASX) di Sydney, Australia, Senin (27/6/2016). ANTARA/REUTERS/David Gray/am.

Sydney (ANTARA) - Saham-saham Australia berakhir lebih rendah pada perdagangan Senin, karena kebangkitan kasus COVID-19 di Eropa mendorong penguncian baru dan melukiskan gambaran suram tentang pemulihan pasca-virus corona untuk ekonomi global.

Indeks acuan S&P/ASX 200 di Bursa Efek Australia merosot 0,59 persen atau 43,40 poin menjadi ditutup di 7.353,10 poin, setelah dua sesi berturut-turut mencatat kenaikan.

Direktur penjualan ekuitas Argonaut, Damian Rooney, mengatakan pasar turun karena "dukungan yang buruk dari AS pada Jumat (19/11/2021) malam dan berita akhir pekan, terutama tentang situasi di Eropa."

Saham-saham perjalanan termasuk di antara yang mencatat kerugian terbesar, dengan tiga dari 10 penurunan terbesar pada indeks acuan milik sektor ini. Perusahaan manajemen perjalanan Flight Center Travel Group dan Corporate Travel Management, serta maskapai penerbangan Qantas anjlok antara 4,0 persen hingga 7,1 persen.

Saham-saham perbankan juga ditutup 1,4 persen lebih rendah setelah mencapai level terlemah sejak 2 Agustus. Kelompok bank yang disebut "Empat Besar" kehilangan antara 1,2 persen hingga 2,1 persen.

Rooney mengaitkan aksi jual tersebut dengan penurunan peringkat pialang minggu lalu di sektor ini setelah Commonwealth Bank of Australia menjadi pemberi pinjaman ketiga di antara empat besar yang mengindikasikan tekanan margin, dan melemahnya dolar Australia.

Saham sektor energi merosot 1,6 persen, mencapai level terendah dalam hampir sebulan karena harga minyak turun ke level terendah tujuh minggu.

Sebaliknya sektor pertambangan menguat 0,5 persen, memberikan beberapa dukungan untuk indeks acuan. Harga bijih besi melonjak 4,0 persen, membuat saham-saham kelas berat sektor ini seperti BHP Group, Rio Tinto dan Fortescue naik antara 0,4 persen dan 2,1 persen.

Vulcan Energy melambung 7,1 persen menjadi pencetak keuntungan tertinggi kedua pada indeks setelah menandatangani perjanjian pasokan kedua dengan Renault SA untuk bahan kimia lithium tingkat baterai.

Indeks acuan Selandia Baru S&P/NZX 50 berakhir 1,04 persen atau132,48 poin lebih rendah pada 12.607,64 poin dengan Meridian Energy mencapai level terendah lebih dari 16 bulan karena penjualan unit usahanya di Australia.

Baca juga: IHSG berpotensi melemah di tengah beragamnya indeks saham Wall Street
Baca juga: Wall Street beragam, pertama kali Indeks Nasdaq di atas 16.000 poin
Baca juga: Bursa saham global berjuang dekati rekor tertinggi, Eropa dalam fokus
Pewarta : Apep Suhendar
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021