Kemenkop sebut UKM yang masuk SMEsta.id harus terkurasi dengan baik

Kemenkop sebut UKM yang masuk SMEsta.id harus terkurasi dengan baik

Ilustrasi - Beragam produk UMKM hasil olahan komoditas sektor kelautan dan perikanan. ANTARA/HO-KKP/am.

Jakarta (ANTARA) - Deputi Bidang UKM Kementerian Koperasi dan UKM Hanung Harimba mengatakan UKM yang masuk ke dalam portal SMEsta.id (Small and Medium Enterprises Station) harus sudah terkurasi dengan baik.

“Kami tidak ingin UKM yang masuk ini asal kita masukkan, tidak melalui proses verifikasi,” kata Hanung Harimba dalam konferesi pers virtual, Jakarta, Jumat.

Menurut dia, hal tersebut menjadi alasan atas target pihaknya yang hanya mengincar 10 ribu UKM masuk ke dalam SMEsta hingga tahun 2024.

Ia berpendapat bahwa UKM yang tidak dikurasi maka akan menghambat ketika ada permintaan disebabkan kualitas produk yang menurun.

Selain itu, pihaknya menekankan mengenai verifikasi terhadap UKM agar terkonfirmasi bahwa memang benar-benar ada UKM tersebut.

“Tentunya kalau jumlahnya nanti lebih banyak, akan lebih baik. Tapi saat ini kami akan targetkan 10 ribu dulu, karena saat ini jumlah eksportir kita (berdasarkan) data kami kemarin angkanya baru 1500, itu masih sedikit," kata Hanung.

Lebih lanjut, dikatakan bahwa UKM yang terdaftar ke dalam SMEsta juga harus memenuhi standar-standar untuk ekspor. Diharapkan UKM yang telah ekspor otomatis menjadi pilihan prioritas untuk pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Seperti diketahui, di Jakarta, Kamis (25/11), Kemenkop-UKM meluncurkan portal SMEsta.id untuk mendongkrak target UKM ekspor hingga 17 persen secara nasional pada tahun 2024 mendatang

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan bahwa pihaknya optimis UKM yang terhubung ke dalam portal ini mencapai 10 ribu UKM. Juga, diharapkan pula dapat mendorong target 30 juta UMKM masuk ekosistem digital.

Saat ini, telah tercapai angka 16,4 juta atau naik sebesar 25,6 persen UMKM yang masuk ke ekosistem digital. “Angka ini tumbuh luar biasa, hampir 105 persen dibanding sebelum pandemi (COVID-19) yang hanya 8 juta UMKM,” ucap Teten.

Ia menyatakan bahwa Indonesia memiliki potensi ekonomi digital yang sangat besar. Berdasarkan data, disebutkan transaksi e-commerce naik 54 persen atau lebih dari 3 juta transaksi per hari.

“(Karena itu), launching SMEsta ini sangat relevan. Kami mengajak seluruh UMKM nasional untuk masuk portal SMEsta, memperluas informasi, serta mendorong UMKM berjaya di dalam dan luar negeri,” ujar Menkop.

Baca juga: Teten: Infrastruktur logistik terpadu diperlukan untuk dorong ekspor

Pewarta : M Baqir Idrus Alatas
Editor: M Razi Rahman
COPYRIGHT © ANTARA 2021