Pemprov Sumsel pertimbangkan peningkatan pembelajaran tatap muka

Pemprov Sumsel pertimbangkan peningkatan pembelajaran tatap muka

Kegiatan sekolah (ANTARA/Yudi Abdullah/21)

Palembang (ANTARA) - Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan mempertimbangkan kemungkinan peningkatan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah  yang telah berjalan dengan baik tanpa ada siswa dan guru yang terinfeksi COVID-19.

"Berdasarkan hasil evaluasi, PTM di sekolah dengan protokol kesehatan ketat di provinsi ini berjalan dengan baik tanpa ada yang tertular virus corona, kondisi ini menjadi pertimbangan untuk ditingkatkan durasinya hingga ke kondisi normal seperti sebelum ada pandemi COVID-19," kata Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, Riza Fahlevi di Palembang, Jumat.

Dia menjelaskan, sekarang ini pihaknya masih menerapkan PTM di sekolah secara terbatas sesuai dengan ketentuan dan kondisi suatu daerah.

Baca juga: Tunjangan pembelajaran daring 9.336 guru honor SMA-SMK Sumsel cair

Untuk meningkatkan PTM di sekolah terutama tingkat SMA sederajat di 17 kabupaten/kota dalam provinsi setempat, selain berdasarkan perkembangan tingkat kerawanan penularan COVID-19 di suatu daerah juga memerlukan persetujuan orang tua siswa.

Jika kondisi pandemi semakin terkendali dan semua siswa telah mendapat vaksinasi hingga akhir 2021 ini, kemungkinan pada tahun ajaran baru 2022 bisa dilakukan PTM di sekolah secara normal, ujarnya.

Menurut dia, untuk meningkatkan PTM hingga seperti kondisi sebelum pandemi COVID-19, pihaknya terus berupaya mempertahankan sekolah terbebas dari penularan virus corona.

Baca juga: Duta Besar Norwegia kunjungi petani sawit Musi Banyuasin Sumsel

Kepala sekolah dan para guru diharapkan terus menegakkan disiplin protokol kesehatan terhadap siswa dengan melakukan pengawasan pemakaian masker, selalu mencuci tangan, menjaga jarak, dan mencegah terjadi kerumunan di lingkungan sekolah.

Protokol kesehatan harus terus diterapkan secara ketat di lingkungan sekolah, karena jika sampai longgar sekolah berpotensi menjadi klaster penularan COVID-19, ujar Riza.

Baca juga: Walhi minta pemda patuhi RTRW antisipasi bencana hidrometeorologi

Sementara Wakil Wali Kota Palembang Fitrianti Agustinda menjelaskan bahwa berdasarkan evaluasi pelaksanaan sekolah PTM terbatas sejak 6 September 2021 hingga sekarang seluruh sekolah di kotanya terbebas dari kasus penularan COVID-19.

Berdasarkan evaluasi penerapan sekolah PTM dalam beberapa bulan terakhir pelaksanaannya berjalan dengan baik sesuai prokes sehingga tidak ditemukan kasus penularan virus corona jenis baru itu.

Melihat fakta tersebut dan kesiapan sekolah menerapkan PTM dengan protokol kesehatan antisipasi penularan COVID-19, sekolah memungkinkan untuk menambah jam belajar secara bertahap hingga menuju PTM normal, ujar Fitrianti.

Baca juga: Gubernur sahkan UMP Sumsel tahun 2022 senilai Rp3,14 juta
Pewarta : Yudi Abdullah
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021