Kemendikbudristek: Akses SD terhadap sanitasi meningkat di 2021

Kemendikbudristek: Akses SD terhadap sanitasi meningkat di 2021

Tangkapan layar Direktur Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Sri Wahyuningsih (bawah) dalam webinar "Hari Toilet Sedunia", Senin (29/11/2021). (ANTARA/Sanya Dinda)

Jakarta (ANTARA) - Direktur Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Sri Wahyuningsih mengatakan akses sekolah dasar di Indonesia terhadap sanitasi layak meningkat sebesar 23 persen pada 2021 dibandingkan 2019.

"Dari 27 persen menjadi hampir 50 persen sekolah dasar di Indonesia telah memiliki jamban layak, terpisah, dan dalam kondisi baik," kata Sri Wahyuningsih dalam webinar "Hari Toilet Sedunia" yang dipantau di Jakarta, Senin.

Sepanjang periode yang sama, kebersihan sanitasi di SD juga meningkat dari 40,70 persen pada 2019 menjadi 77,87 persen di 2021. Artinya, semakin besar kesadaran SD untuk mempermudah guru dan murid mengakses layanan kebersihan dasar seperti sarana Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS).

"Ketersediaan CTPS pada 2021 juga meningkat signifikan sebesar 37 persen dibandingkan 2019. Hal ini sejalan dengan kewajiban sekolah untuk menyediakan sarana CTPS untuk melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di tengah COVID-19," ujarnya.

Baca juga: 49 persen SD di Sumba Barat kekurangan fasilitas kebersihan

Baca juga: Pertamina akan bantu perbaikan toilet SD Siboi-boi Kampung Hobong

Namun demikian, pada saat yang sama, akses untuk air mengalami sedikit penurunan. Dimana pada 2019 sebanyak 80,52 persen dari total SD di Indonesia mudah mengakses air, tetapi turun menjadi 77,89 persen pada 2020.

"Untuk air, ini tergantung dari kemampuan daerah, terutama wilayah bagian timur Indonesia yang masih sulit mengakses air bersih. Ini masih menjadi perhatian dan perjuangan kita," kata Sri.

Ia menekankan bahwa pihak sekolah dapat menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk membeli air bersih agar dapat digunakan siswa atau membeli keperluan fasilitas sanitasi layak lainnya.

"Pelaksanaan sanitasi aman di SD harus betul-betul dilakukan secara masif dan holistik. Karena kadang ada sekolah-sekolah yang jambannya sudah layak tapi belum bisa akses air sehingga toiletnya ditutup sampah berupa daun kering," kata Sri.*

Baca juga: Nining tidak lagi tinggal di toilet SD

Baca juga: Polisi terus dalami kasus siswi SD meninggal di toilet sekolah

Pewarta : Sanya Dinda Susanti
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021