Belasan kasus COVID ditemukan, perbatasan China-Rusia 'lockdown'

Belasan kasus COVID ditemukan, perbatasan China-Rusia 'lockdown'

Arsip - Ribuan mahasiswa Zhejiang University antre tes PCR setelah kampus terbesar di Kota Hangzhou, China, itu menjalani 'lockdown' pada Kamis (25/11/2021) malam setelah seorang dosen ditemukan positif COVID-19. (ANTARA/HO-Joko Pilianto)

Beijing (ANTARA) - Kota Manzhouli, Daerah Otonomi Mongolia Dalam, China, yang berbatasan dengan Rusia menjalani penguncian total (lockdown) setelah belasan kasus COVID-19 ditemukan.

Komisi Kesehatan China (NHC) telah mengirimkan satuan tugas khusus ke kota itu pada Minggu (28/11) setelah 19 orang dinyatakan positif COVID-19 dan satu kasus tanpa gejala dalam dua hari berturut-turut.

Hingga kini belum diketahui pasti varian apa yang menjangkiti warga kota di wilayah utara daratan China itu.

Otoritas setempat telah menggelar tes PCR secara massal setelah ditemukan tiga kasus positif baru.

Temuan kasus baru itu mengakhiri masa 20 hari bebas kasus COVID-19 di Mongolia Dalam.

Baca juga: Studi: China akan alami wabah COVID 'kolosal' jika ikuti AS, Prancis

Semua kasus positif dan dua kasus tanpa gejala telah ditempatkan di ruang isolasi rumah sakit setempat.

Manzhouli merupakan kota di perbatasan Mongolia Dalam dengan Rusia.

Banyak kereta barang China-Eropa melalui jalur itu, yang menjadikan Manzhouli berkontribusi pada pemulihan ekonomi global.

Kasus baru yang terjadi belum lama ini juga bermula dari Kota Ejin Banner di Mongolia Dalam dan Kota Heihe di Provinsi Heilongjiang.

Kedua kota itu juga berada di persimpangan lalu lintas perdagangan China dengan Mongolia dan Rusia.

Baca juga: Pakar China yakin vaksinasi COVID-19 mampu atasi Omicron
Baca juga: Zhejiang University mendadak 'lockdown', dua WNI terjebak
Pewarta : M. Irfan Ilmie
Editor: Anton Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021