Menteri PUPR: Bendungan Tugu bisa dimanfaatkan untuk pengendali banjir

Menteri PUPR: Bendungan Tugu bisa dimanfaatkan untuk pengendali banjir

Bendungan Tugu di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. ANTARA/HO-Kementerian PUPR.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengungkapkan Bendungan Tugu di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur dapat dimanfaatkan sebagai pengendali banjir.

Menteri Basuki mengatakan bahwa saat ini Kementerian PUPR memiliki 241 bendungan untuk dikosongkan sebagian tampungannya sebagai antisipasi badai La Nina.

"Misal di Bendungan Tugu, tiga hari yang lalu di sini terjadi hujan besar dan sebagian desa-desa yang ada di hilir Bendungan Tugu sudah tidak banjir lagi. Dengan demikian bendungan ini selain dimanfaatkan sebagai irigasi, bisa juga bermanfaat sebagai penyedia air baku dan pengendali banjir," ujar Menteri PUPR dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa.

Menteri Basuki juga menambahkan bahwa di Kabupaten Trenggalek terdapat dua bendungan yaitu Tugu yang hari ini diresmikan dan Bagong yang baru dimulai pembebasan tanahnya.

Bendungan Tugu yang berada di bawah tanggungjawab Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN), memiliki kapasitas tampung sekitar 12,1 juta meter kubik antara lain untuk memenuhi kebutuhan daerah irigasi seluas 1.250 hektare (ha), penyediaan air baku sebesar 12 liter per detik, serta reduksi banjir sebesar 42,47 meter kubik per detik, dan memiliki potensi Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro sebesar 0,4 megawatt.

Bendungan Tugu dibangun sejak tahun 2014 hingga 2021 dengan anggaran senilai Rp1,69 triliun bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) yang dikerjakan oleh kontraktor PT. Wijaya Karya dan PT. APTA (KSO) dan PT. Nindya Karya dan PT. Minarta.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan dua bendungan multifungsi di Jawa Timur, Bendungan Tugu di Kabupaten Trenggalek dan Bendungan Gongseng di Kabupaten Bojonegoro Selasa (30/11).

Kedua bendungan tersebut menurut Presiden Jokowi, telah siap untuk dimanfaatkan demi meningkatkan ketahanan pangan di daerah tersebut.

Presiden berharap dengan tambahan dua bendungan ini aktivitas pertanian masyarakat akan semakin meningkat, petani semakin produktif, lebih sering menanam dan panen sehingga kita harapkan pendapatannya meningkat.

Baca juga: Presiden Jokowi resmikan dua bendungan di Jawa Timur
Baca juga: Menteri PUPR minta 241 bendungan dikosongkan antisipasi La Nina,
Baca juga: Menteri PUPR paparkan upaya pengendalian banjir di Sintang

 
Pewarta : Aji Cakti
Editor: Biqwanto Situmorang
COPYRIGHT © ANTARA 2021