Sulteng optimalkan D'PENA sajikan informasi pemberdayaan perempuan

Sulteng optimalkan D'PENA sajikan informasi pemberdayaan perempuan

Foto bersama tim pengelola D'PENA dengan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Sulteng Ihsan Basir, di Palu, Rabu. (ANTARA/HO-Dok DP3A Sulteng)

Palu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mengoptimalkan sistem informasi berbasis digital yang diberi nama Digitalisasi Pemberdayaan Perempuan dan Anak (D'PENA) untuk menyajikan informasi pemberdayaan perempuan dan anak di daerah tersebut.

"Digitalisasi PENA merupakan satu bentuk penyesuaian yang dilakukan oleh Dinas P3A Provinsi Sulteng, sesuai dengan tantangan zaman," ucap Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Sulteng Ihsan Basir di Palu, Rabu.

Sistem informasi pemberdayaan perempuan dan anak digagas dalam bentuk majalah digital, yang menjadikan kekuatan internet dan perkembangan sistem informasi dan komunikasi serta teknologi sebagai kekuatan utama.

Baca juga: Perempuan Indonesia didorong terlibat dalam bidang sains

Sebelum berbasis digital, DP3A Provinsi Sulteng memiliki majalah pemberdayaan perempuan dan anak. Seiring dengan perkembangan zaman, DP3A melakukan perubahan secara totalitas terhadap majalah tersebut berbasis digital.

"Jika ini tidak dilakukan, kita akan tertinggal," sebut Ihsan Basir.

Ihsan Basir mengatakan kemajuan teknologi informasi berdampak langsung terhadap gaya hidup masyarakat di seluruh penjuru dunia. Ketergantungan masyarakat terhadap informasi yang tersaji lewat sistem digitalisasi menjadi keniscayaan.

Kondisi ini menjadi satu peluang bagi pemerintah dalam menyosialisasikan kebijakan, arah pembangunan dan transparansi, serta program kegiatan berbasis sistem informasi digital kepada masyarakat.

Karena itu, lanjutnya, D'PENA menyajikan informasi tentang hak-hak perempuan, anak, disabilitas, lansia, serta informasi perlindungan terhadap komponen masyarakat rentan tersebut.

"Informasi yang disajikan bermuatan edukasi kepada masyarakat dengan tujuan utama untuk menopang target pencapaian pembangunan kesetaraan gender," ujar Ihsan Basir.

Baca juga: Perempuan diminta manfaatkan teknologi informasi untuk berkembang

Baca juga: KemenPPPA: ANRI dukung strategi pengarusutamaan gender Indonesia


Tidak hanya sebagai media sosialisasi, kata Ihsan, digital PENA juga menjadi satu bentuk akses bagi kelompok-kelompok rentan tersebut dalam menyampaikan keluhan dan masukan terkait dengan pemberdayaan kelompok rentan.

DP3A Provinsi Sulteng menggandeng jurnalis Perusahaan Umum LKBN ANTARA Biro Sulteng untuk mendampingi para pembuat artikel/berita terkait program pemberdayaan perempuan dan anak, yang disajikan lewat sistem informasi digital D'PENA.
Pewarta : Muhammad Hajiji
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021