Cegah depresi dengan bersikap fleksibel dan berpikir positif

Cegah depresi dengan bersikap fleksibel dan berpikir positif

Dokter spesialis kesehatan jiwa dr. Prima Kusumastuti, Sp.KJ. ANTARA/Dokumentasi Pribadi.

Purwokerto (ANTARA) - Dokter spesialis kesehatan jiwa dr. Prima Kusumastuti, Sp.KJ mengingatkan bahwa masyarakat dapat mencegah serangan cemas dan depresi pada saat pandemi COVID-19 dengan bersikap fleksibel serta berpikir positif, efektif dan efisien.

"Berpikir secara positif dan rasional serta belajar untuk bersikap lebih fleksibel dalam adaptasi merupakan salah satu upaya mencegah cemas dan depresi saat pandemi," katanya saat wawancara virtual dengan ANTARA yang diakses dari Purwokerto, Banyumas, Minggu.

Psikiater yang praktik di RSUD Blora, Jawa Tengah ini menjelaskan bahwa depresi salah satunya dapat terjadi karena terjadi kesenjangan antara harapan dengan kenyataan.

"Karena itu, seorang individu perlu menurunkan ekspektasi atau harapan dalam pencapaian sehingga mudah bersyukur. Berusaha semaksimal mungkin itu baik tapi harus bersiap ketika hasil yang dicapai tidak sesuai yang diharapkan, supaya tidak mudah stres," katanya.

Dia menambahkan, seseorang juga perlu mencegah serangan cemas atau depresi di masa pandemi dengan belajar mengenali kelemahan dan potensi diri.

"Gunakan potensi yang ada di sekeliling untuk beradaptasi, ikuti berita atau informasi terkini hanya dari sumber yang terpercaya," katanya.

Selain itu, kata dia, seorang individu juga perlu menghindari sikap menunda-nunda misalkan dengan tidak menunda pekerjaan.
Baca juga: Gangguan depresi bisa dideteksi lewat urine
Baca juga: Dirjen P2P: Kasus depresi meningkat 6,5 persen selama pandemi


Pasalnya, kata dia, kecemasan berpotensi terjadi karena kekhawatiran pada yang terjadi di masa depan.

"Dengan tidak menunda-nunda sesuatu, maka seorang individu akan lebih siap menghadapi apa yang terjadi di masa depan, dengan demikian maka kemungkinan risiko terkena gangguan cemas akan berkurang," katanya.

Dia menambahkan bahwa seorang individu juga perlu menghindari untuk menyalahkan faktor eksternal dalam setiap situasi yang terjadi pada dirinya yang tidak sesuai harapan.

"Hal itu karena faktor luar sangat sulit untuk diubah, fokus pada diri sendiri itu yang sangat penting," katanya.

Selain itu, dia juga mengingatkan agar seorang individu tetap fokus menjaga kesehatan fisik yaitu dengan cara olah raga, cukup istirahat serta makan bergizi.

"Menjaga kesehatan fisik harus tetap menjadi perhatian utama, olah raga dan istirahat yang cukup serta mengkonsumsi makanan yang bergizi harus tetap menjadi prioritas," katanya.
Baca juga: Lari bagus untuk jaga berat badan dan ringankan depresi
Baca juga: Cegah depresi dengan konsumsi rutin ikan
Baca juga: Cegah depresi dengan minum yoghurt
Pewarta : Wuryanti Puspitasari
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2021