BPOM Di Palu ingatkan bahayanya buang obat kedaluwarsa sembarangan

BPOM Di Palu ingatkan bahayanya buang obat kedaluwarsa sembarangan

Petugas Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Palu menata berbagai produk hasil pengawasan dan penindakan yang akan dimusnahkan di Kantor Balai POM di Palu, Sulawesi Tengah, Senin (28/12/2020). Balai POM di Palu memusnahkan ribuan produk kosmetik dan obat-obatan ilegal senilai ratusan juta rupiah yang merupakan hasil operasi pengawasan dan penindakan pada tahun 2019 hingga 2020 pada sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah. ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah/foc.

Palu (ANTARA) - Balai Pengawas Obat dan Makanan (POM)  Di Palu mengingatkan bahayanya membuang obat dan kemasan obat yang sudah kedaluwarsa atau rusak secara sembarangan.

"Jika membuang obat dan kemasan obat secara tidak benar atau sembarangan berpotensi dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk memproduksi dan mengedarkan obat palsu sehingga membahayakan kalau dipakai," kata Kepala Balai POM Di Palu Agus Riyanto di Palu, Kamis.

Membuang obat kedaluwarsa dan rusak yang dilakukan secara tidak tepat, lanjutnya, juga dapat menimbulkan kerusakan lingkungan dan ekosistem seperti matinya bakteri yang diperlukan dalam pengolahan limbah oleh karena senyawa obat sitotoksik, pelepasan zat berbahaya dari pembakaran obat yang dibakar ditempat terbuka dan sebagainya.

Mengingat obat kedaluwarsa atau rusak sudah tidak memberikan efek terapi namun justru berpotensi memberikan efek samping yang tidak diinginkan jika digunakan. Obat kedaluwarsa atau rusak dapat mengganggu kesehatan masyarakat dan lingkungan.

"Oleh sebab itu masyarakat diharapkan lebih waspada, memahami dan menerapkan cara membuang obat kedaluwarsa dan rusak dengan benar sehingga dapat mencegah dampak buruk bagi kesehatan, lingkungan dan peredaran obat ilegal dalam mewujudkan masyarakat dan lingkungan yang sehat," ujarnya.

Masyarakat dapat melakukan sendiri caranya dengan memusnahkan obat yang sudah kedaluwarsa atau rusak dan kemasannya. Bisa juga dengan mengembalikan obat tersebut beserta kemasannya ke apotek.

Agus menerangkan ada juga beberapa peraturan dan ketentuan yang berlaku dalam pemusnahan obat kedaluwarsa maupun rusak yang dapat menjadi pedoman masyarakat.

Diantaranya peraturan menteri kesehatan tentang standar pelayanan kefarmasian baik di apotek, puskesmas, rumah sakit, maupun fasilitas pelayanan kefarmasian lainnya.

"Selain itu ada juga Peraturan BPOM Nomor 14 Tahun 2019 tentang Penarikan dan Pemusnahan Obat yang tidak memenuhi standar dan atau Persyaratan Keamanan, Khasiat, Mutu, dan Label," ucapnya.
Baca juga: PMI Morowali Utara bantu obat dan pangan warga terpapar COVID-19
Baca juga: BPOM sita ratusan ribu obat dan kosmetik ilegal di Sulteng tahun 2019
Baca juga: BPOM Palu musnahkan produk ilegal senilai Rp392 juta

Pewarta : Muhammad Arshandi
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021