Kasus terpapar COVID-19 di Sulteng bertambah 11 jadi 47.174 orang

Kasus terpapar COVID-19 di Sulteng bertambah 11 jadi  47.174 orang

Warga berlari di lintasan olahraga di lapangan Vatulemo, Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (28/7/2021). Pemerintah setempat menutup hampir semua fasilitas umum dan ruang terbuka yang ramai dikunjungi warga selama penerapan PPKM Level IV yang berlaku 26/7 hingga 2/8 mendatang. ANTARA/Basri Marzuki.

Palu (ANTARA) - Juru Bicara Pusat Data dan Informasi (Pusdatina) COVID-19 Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Adiman menyatakan kasus kumulatif  terpapar COVID-19 mencapai 47.174 kasus setelah ada penambahan 11 orang pada Kamis ini.

"Hari ini 11 orang terkonfirmasi positif COVID-19 berdasarkan hasil pemeriksaan sampel usap (swab) sehingga secara kumulatif 47.174 orang telah terinfeksi COVID-19 hingga hari ini," kata Adiman di Kota Palu, Kamis malam.

Ia menerangkan 11 orang itu berada di sejumlah daerah meliputi lima orang di Kabupaten Sigi, empat orang di Tolitoli, satu orang di Morowali Utara dan satu orang di Parigi Moutong.

Baca juga: Gubernur Sulteng minta bupati/wali kota kurangi mobilitas masyarakat

Sementara itu tidak ada pasien yang terpapar COVID-19 yang dinyatakan sembuh hari ini sehingga secara kumulatif 45.536 orang yang terpapar COVID-19 dinyatakan telah sembuh. Kemudian total pasien COVID-19 yang dinyatakan meninggal dunia berjumlah 1.602 orang.

"Adapun 36 pasien COVID-19 hingga kini masih menjalani karantina secara mandiri maupun di pusat pelayanan kesehatan milik pemerintah daerah setempat," ujarnya.

Baca juga: Daerah nihil kasus COVID-19 di Sulteng bertambah jadi empat

Adiman meminta masyarakat mendukung tim pengawas dinas kesehatan kabupaten dan kota di Sulteng yang melakukan penelusuran terhadap orang-orang yang pernah melakukan kontak dengan pasien positif COVID-19.

Selain itu, warga diimbau menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan dan penyebaran COVID-19 secara ketat.

"Pencegahan yakni dengan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas di luar rumah. Langkah tersebut sangat penting dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran dan penularan COVID-19 di Sulteng," terangnya.

Baca juga: Daerah dengan nol kasus COVID-19 di Sulteng berkurang jadi tiga

Baca juga: Gubernur Sulteng atur pelaksanaan tahun baru 2022 untuk cegah COVID-19


 

Pewarta : Muhammad Arshandi
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021