New York (ANTARA News) - Kurs dolar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada Selasa (Rabu pagi WIB), ketika para investor sedang menunggu hasil dari pemilihan presiden Amerika Serikat.

Greenback menguat di sesi sebelumnya setelah Biro Investigasi Federal AS (FBI) kembali membebaskan calon presiden Demokrat, Hillary Clinton, atas penyelidikan penggunaan server surat elektronik pribadinya.

Direktur FBI James Comey pada Minggu (6/11) memberitahu anggota parleman AS bahwa FBI tidak merubah kesimpulannya yang disampaikan pada Juli untuk tidak memidanakan Clinton atas penggunaan server surat elektronik pribadi selama menjabat sebagai menteri luar negeri AS.

Berita terus meningkatkan kampanye Clinton pada pemilihan presiden AS, Selasa, mengirimkan greenback naik hampir 0,2 persen selama sesi.

Para analis mengatakan investor secara umum memandang kemenangan Clinton sebagai hasil yang lebih baik, karena menyajikan lebih sedikit yang belum diketahui dan mungkin lebih stabil untuk pasar daripada kemenangan saingannya dari Partai Republik, Donald Trump.

Indeks dolar, yang melacak greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,14 persen menjadi 97,920 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro jatuh menjadi 1,1020 dolar AS dari 1,1040 dolar AS, dan pound Inggris turun menjadi 1,2393 dolar AS dari 1,2397 dolar AS. Dolar Australia naik menjadi 0,7747 dolar AS dari 0,7718 dolar AS.

Dolar dibeli 105,05 yen Jepang, lebih tinggi dari 104,52 yen di sesi sebelumnya. Dolar naik tipis menjadi 0,9777 franc Swiss dari 0,9751 franc Swiss, dan menurun menjadi 1,3326 dolar Kanada dari 1,3370 dolar Kanada.

Editor: AA Ariwibowo
Copyright © ANTARA 2016