Mempertimbangkan riwayat aksi teror di Belgia dan di negara-negara sekitarnya, kiranya masyarakat Indonesia dapat selalu memantau perkembangan situasi keamanan melalui media setempat dan imbauan pemerintah lokal
Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah Indonesia mengimbau warga negara Indonesia (WNI) untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap situasi keamanan di Belgia dan Luksemburg menyusul serangan teror di Inggris.

Sehubungan dengan perkembangan situasi keamanan terkini di Inggris, KBRI Brussel mengimbau masyarakat Indonesia di Belgia dan Luksemburg untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan, seperti disampaikan dalam keterangan pers KBRI Brussel yang diterima di Jakarta, Senin.

Pada Sabtu, 3 Juni 2017 telah terjadi aksi teror terhadap warga sipil di sekitar Jembatan London yang hingga saat ini tercatat menewaskan tujuh orang dan mencederai 48 orang lainnya.

Serangan terbaru di Inggris itu menjadi aksi teror ketiga dalam kurun waktu tiga bulan setelah serangan dekat gedung Parlemen di London (22/3) dan bom bunuh diri pada pentas konser di Manchester (22/5).

KBRI di Brussel menyampaikan bahwa status situasi keamanan di Belgia tetap bertahan pada tingkat tiga (kedua tertinggi), yang berarti ancaman terorisme serius dan mungkin terjadi.

"Mempertimbangkan riwayat aksi teror di Belgia dan di negara-negara sekitarnya, kiranya masyarakat Indonesia dapat selalu memantau perkembangan situasi keamanan melalui media setempat dan imbauan pemerintah lokal," kata pernyataan pers dari KBRI Brussel.

Bagi WNI yang memerlukan bantuan dan informasi lebih lanjut dapat menghubungi "hotline" KBRI Brussel khusus WNI pada nomor +32(0)478957214 dan +32(0)478405728, atau pada nomor kantor +32(0)27750120.

Pewarta: Yuni Arisandy
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2017