Risma berharap Antara luruskan berita "gaduh"

Risma berharap Antara luruskan berita

Risma Tri Rismaharini (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)

Surabaya (ANTARA News) - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berharap Kantor Berita Indonesia LKBN Antara bisa menjadi pelurus berita-berita gaduh.

"Saya berharap Antara menjadi pelurus berita-berita gaduh yang saling menjatuhkan," kata Risma saat memberi sambutan pada acara HUT ke-80 Antara di Kantor Biro Antara Jatim, Rabu.

Risma datang  bersama Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Saktu Buana ditemani sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemkot Surabaya, di antaranya Kepala Satpol PP Irvan Widyanto, Kepala Dishub Irvan Wahyudrajad, Kepala Dispendukcapil Suharto Wardoyo, Kabag Humas M Fikser dan lainnya.

Menurut Risma, masyarakat membutuhkan berita-berita positif yang menginspirasi dan membangun. Untuk itu, kantor berita Antara yang mempunyai perangkat di pelosok negeri bisa memberikan kontribusi terbaik untuk bangsa dan negara ini.

Jika dibandingkan dengan media lainnya, lanjut dia, usia kantor berita Antara yang kini memasuki 80 tahun bisa dikatakan lebih tua, bahkan lebih tua dari usia Republik Indonesia.

Tentunya, lanjut dia, ini merupakan suatu kebanggaan bagi bangsa Indonesia, di mana ada media yang sudah sangat tua bisa menghasilkan suatu karya untuk pencerahan dan kepentingan peradaban umat manusia dan bangsa Indonesia.

Meski demikian, Risma menekankan agar Antara tidak boleh puas dan tidak boleh berhenti untuk terus berkarya. Hal ini dikarenakan persaingan kelak akan semakin berat.

"Memang harus bekerja keras. Kami berharap Antara bisa menggali potensi lokal untuk bisa disampaikan di dunia internasional," kata wali kota perempuan pertama di Surabaya ini.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana mengatakan kantor berita Antara harus bisa menjadi media utama menjaga NKRI dan kebinekaan khususnya di Surabaya.

"Antara selalu terdepan untuk Indonesia. Selamat HUT ke-80 Antara," katanya.

Pewarta : Abdul Hakim
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2017