Dua meninggal di Surabaya akibat minuman keras

Dua meninggal di Surabaya akibat minuman keras

Ilustrasi mabuk (Pixabay/Alexas_fotos)

Surabaya (ANTARA News) - Dua orang korban minuman keras oplosan meninggal dunia setelah sempat dirawat di Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo Surabaya, Selasa.

Kepala Humas RSUD Dr Soetomo dr Pesta Manurung saat dikonfirmasi mengatakan dengan tambahan dua orang itu, total ada enam korban yang tewas setelah sempat kritis di UGD akibat minuman keras oplosan.

"Yang meninggal barusan atas nama Dedik (15) warga Simojawar Gang IV Surabaya," kata Pesta Manurung

Pesta Manurung mengatakan, Dedik meninggal tak lama setelah dirujuk dari RS BDH Surabaya pada Selasa petang.

Sebelumnya, korban meninggal akibat minuman keras oplosan bernama Ashar (28) warga Ampel Mulia sekitar pukul 14.30 WIB.

"Yang melalui UGD itu total yang meninggal sampai saat ini enam, satu lagi di UGD mau kita lakukan cuci darah malam ini karena kondisinya buruk juga. Mudah-mudahan tidak terjadi hal buruk," ujar Pesta.

Sama seperti Dedik, Ashar merupakan pasien rujukan dari RSUD Soewandi Surabaya.

Enam orang meninggal akibat minuman keras oplosan yang sempat dirawat di RSUD Dr Soetomo adalah Rio Cresna Putra (21) warga Ploso, Tambak Sari, Soegeng (52) warga Rangkah Rejo Lebar dan Gre Gorius Oky (22) warga Kejawan Keputih Tambak.

Selain itu, Pramuji (51) warga Pacar Keling, Ashar (28) warga Ampel Mulia dan Dedik (15) warga Simo Jawar.

Sedangkan yang masih dirawat intensif bernama Soelaiman (49) warga Pacar Keling Surabaya, Wimpi Hartono (40) warga Belahan 1 Pacar Keling Surabaya, Goenadi (52) warga Bronggalan Sawah, Nova Riyanto (34) warga Kapasari Pendukuh Buntu, Wahyu (22) warga Waru, Sidoarjo, Kiki Aries P (33) warga Simolawang, dan Susanto (49) warga Kali Lom.
Pewarta : Indra Setiawan
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018