Konstitusi, alasan Jokowi tawarkan RI jadi tempat temu Trump-Jong Un

Konstitusi, alasan Jokowi tawarkan RI jadi tempat temu Trump-Jong Un

Presiden Joko Widodo menerima Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Korea untuk Republik Indonesia, KIM Chang-beom dan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Rakyat Demokratik Korea untuk Republik Indonesia, An Kwang Il, Senin (30/4/2018). (ANTARA/Hanni Sofia)

Jakarta (ANTARA News) - Anggota Komisi I DPR RI Carles Honoris mengungkapkan bahwa alasan Presiden Joko Widodo menawarkan Indonesia menjadi tempat pertemuan antara Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump adalah menjalankan amanah konstitusi dalam mewujudkan perdamaian dunia.

"Sikap Presiden Jokowi tersebut, patut diapresiasi," kata Carles Honoris di Jakarta, Rabu.

Menurut Charles, pernyataan Presiden Joko Widodo mengenai kesediaan Indonesia menjadi tempat pertemuan Kim dan Trump mencerminkan kebijakan politik luar negeri Indonesia yang bebas-aktif yang membuat Indonesia satu dari sedikit negara yang bisa diterima sebagai "honest broker" atau juru damai yang imparsial dalam konflik di Semenanjung Korea.

Menurut dia, peran Presiden kelima Megawati Soekarnoputri dalam upaya mendamaikan Korea Utara dan Korea Selatan juga diapresiasi dunia internasional.

Charles mengungkapkan, pada 2002 Korea Utara mengakui telah menculik beberapa warga negara Jepang dan setelah pengakuan itu Korea Utara memilih Jakarta sebagai lokasi penyerahan korban penculikan itu kepada pemerintah Jepang.

"Itu artinya, Indonesia dianggap negara netral yang dapat mengakomodasi kepentingan Korea Utara dan Jepang," kata Charles.

Baca juga: Indonesia dukung perdamaian semenanjung Korea dan lihat juga Presiden undang dua dubes Korea ke Istana (video)

 
Pewarta : Riza Harahap
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2018