BUMN siap bersinergi membangun kemandirian pesantren

BUMN siap bersinergi membangun kemandirian pesantren

Menteri BUMN Rini Soemarno (ANTARA /HO/Suryono)

Garut (ANTARA News) - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M Soemarno menyatakan, perusahaan milik negara (BUMN) di Indonesia siap bersinergi untuk membangun kemandirian pondok pesantren sebagai upaya membantu masyarakat agar lebih sejahtera.

"Kami di BUMN 143 perusahaan coba sinergi tingkatkan kinerja supaya membantu masyarakat luas," kata Rini saat berkunjung ke Pondok Pesantren Darul Arqom di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin.

Ia menuturkan, kunjungannya bertujuan untuk bertemu langsung dengan pengurus pondok pesantren sebagai bagian dari elemen masyarakat.

Rini menyampaikan, kemandirian pondok pesantren perlu didukung, sehingga kedatangannya itu ingin berkoordinasi dengan pengurus pesantren untuk membahas program yang dapat dikerjasamakan dengan BUMN.

"Saya ingin tatap muka ke elemen masyarakat, koordinasi apa yang bisa kami lakukan," katanya.

Ia menyampaikan, Darul Arqom yang kuat dengan pola pendidikannya dapat terus dikembangkan pendidikannya ke arah pelatihan usaha agar para santri bisa mandiri.

"Pesantren Muhammadiyah dikenal pendidikannya sehingga makin pandai dan cerdas, bagaimana perkuat Ponpes mandiri agar punya usaha tambahan," katanya.

Ia menyampaikan, salah satu program yang dapat disinergikan yaitu menjalin kerjasama dengan Pertamina untuk membuat SPBU mini di Pesantren Darul Arqom.

"Nanti dibangun BBM Mart kerjasama dengan Pertamina, dilihat usaha lainnya, elpiji atau apa," katanya.

Wakil Pimpinan Pondok Pesantren Darul Arqom Agus Yusuf mendukung adanya program bantuan dari Kementerian BUMN untuk pesantren.

Menurut dia, bantuan yang digulirkan dari BUMN dapat mendukung kemandirian santri dalam mengembangkan usaha.

"Kami tunggu bantuannya, baik yang sudah diprogramkan atau yang nanti diajukan, semoga ini mendukung kemandirian santri," katanya.

Sementara itu, Pesantren Darul Arqom sudah berdiri sejak 1976, namun mulai menerima santri pada tahun 1978 dengan jumlah awal 50 santri.

Hingga saat ini jumlah total santriwan dan santriwati mencapai seribuan orang dari berbagai daerah.

Baca juga: Pesantren berperan wujudkan kemandirian industri
Pewarta : Feri Purnama
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2018