Walubi: Umat berdoa untuk perdamaian saat Waisak

Walubi: Umat berdoa untuk perdamaian saat Waisak

Sejumlah umat Budha membawa Api Dhamma setelah prosesi pengambilan dari sumber Api Abadi Mrapen di desa Manggarmas, Godong, Grobogan, Jawa Tengah, Jawa Tengah, Minggu (27/5/2018). Prosesi pengambilan api Dhamma atau api abadi yang kemudian disemayamkan di Candi Mendut dan akan dibawa menuju altar utama di Candi Borobudur pada puncak prosesi tersebut merupakan rangkaian dari ritual jelang hari raya Waisak 2562 BE/2018. (ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho)

Magelang (ANTARA News) - Umat Buddha berdoa untuk terwujudnya kehidupan bersama yang penuh perdamaian di Indonesia dalam rangkaian perayaan Waisak 2018 di Candi Borobudur dan Candi Mendut Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

"Memang hidup tujuannya adalah untuk damai. Untuk itu kami selalu mendoakan (terwujudnya perdamaian, red.)," kata Pelaksana Harian Perwakilan Umat Buddha Indonesia Biksu Pabhakaro Thera di Magelang, Minggu petang, terkait dengan perayaan Waisak 2018.

Ia mengatakan bahwa berdasarkan ajaran Sang Buddha, setiap orang tidak ingin hidup menderita akan tetapi mendambakan kebahagiaan.

Umat Buddha, ujar dia setelah prosesi penyemayaman api dharma Waisak di Candi Mendut Kabupaten Magelang, selalu berdoa agar semua makhluk hidup berbahagia.

Terkait dengan situasi kehidupan bersama saat ini yang sering ditandai tindakan intoleransi, katanya, umat Buddha menyatakan keprihatinannya karena hal tersebut tidak diharapkan.

"Kami sangat prihatin, tapi untuk menyikapi hal ini, kami umat Buddha selalu berdoa, mendoakan semoga mereka-mereka yang melakukan sesuatu yang merugikan orang lain, bahkan negeri ini, kami doakan agar mereka cepat sadar dan kembali ke jalan yang benar," ujar dia.

Ketua Walubi Jawa Tengah David Hermanjaya mengemukakan pentingnya umat Buddha bersabar dan bertindak bijaksana dalam menyikapi situasi kehidupan bersama yang akhir-akhir ini sering ditandai dengan tindakan intoleransi, kekerasan, dan terorisme.

"Kita harus sabar dan bertindak bijaksana menyikapi siatuasi ini. Mudah-mudahan saudara-saudara kita mendapat jalan yang benar. Kita doakan saja," katanya.

Terkait dengan tahun politik, David mengemukakan bahwa umat Buddha harus menggunakan hak politiknya sesuai dengan hati nurani dengan ikut memilih para pemimpin.

"Demokrasi ini milik kita, kalau kita tidak menggunakan hak ya kurang `bener` (benar)," katanya.

Ia juga mengharapkan pesta demokrasi baik pemilihan kepala daerah secara serentak pada 2018 maupun pemilu presiden dan pemilu legislatif pada 2019 berjalan dengan lancar, aman, dan tertib.

Umat Buddha Indonesia bersama para biksu sangga Walubi melaksanakan rangkaian Trisuci Waisak 2018 yang dipusatkan di Candi Mendut dan Borobudur Kabupaten Magelang. Tema Waisak 2018 "Transformasikan Kesadaran Delusi Menjadi Kesadaran Murni", sedangkan subtema "Marilah Kita Bersama-sama Berjuang Mengalahkan Sang Ego".

Puncak Waisak 2018 jatuh pada Selasa (29/5) pukul 21.19.13 WIB ditandai dengan meditasi selama beberapa saat oleh umat Buddha bersama para biksu di pelataran Candi Borobudur.
Pewarta : Maximianus Hari Atmoko
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2018