Peran penelitian dan pengembangan pada industri makanan-minuman masih kecil

Peran penelitian dan pengembangan pada industri makanan-minuman masih kecil

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi), Adhi Lukman, saat menjadi narasumber pada konferensi pers, di Jakarta, Rabu. (ANTARA News/ Sella Panduarsa Gareta)

Jakarta (ANTARA News) - Pemanfaatan sektor penelitian dan pengembangan pada industri makanan dan minuman masih sangat kecil pada setiap perusahaan, yakni di bawah 1 persen.

"Masih sangat kecil, kalau dari APBN kan pemerintah baru menganggarkan 0,2 persen dari APBN. Kalau di perusahaan mereka mengalokasikan dana ya sekitar itu, masih di bawah 1 persen," kata Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi), Adhi S Lukmandi, di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, sektor litbang pada perusahaan swasta masih seputar pengembangan produk makanan dan minuman yang sudah ada, namun tidak meneliti produk secara fundamental

"Nah, untuk penelitian yang fundamental itu biayanya mahal. Misalnya ekstraksi kulit buah, itu teknologi yang digunakan memang canggih dan kalau di Taiwan, itu yang membiayai pemerintah dan hasilnya bisa digunakan untuk industri," kata dia.

Ia melanjutkan, bahwa dengan dicanangkannya revolusi Indonesia Making 4.0, maka pemerintah akan menganggarkan sektor litbang hingga dua persen dari APBN.

"Rencananya Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto akan menganggarkan 2 persen dari APBN karena Industry 4.0," katanya.

 
Pewarta : Sella Gareta
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2018