Bojonegoro (ANTARA News) - Jenazah seorang korban runtuhnya gunung kapur di Desa Gajah, Kecamatan Baureno, Bojonegoro, Jatim yang terjadi Rabu petang, baru ditemukan para pengevakuasi Kamis siang sekira pukul 14.00 WIB. Jenazah laki-laki penambang batu kapur bernama Mulyono (39) itu ditemukan diantara reruntuhan batu, sementara seorang korban lagi Sarkam (40) yang ditemukan beberapa saat setelah kejadian, meninggal dunia dalam perjalanan menuju Surabaya. Sarkam dan Mulyono adalah dua penambang batu kapur warga Desa Sumuragung, Kec. Baureno. Kapolsek Baureno, AKP Nurjzaeni, mengatakan bahwa bagian gunung kapur yang runtuh cukup besar sehingga Mulyono yang tertimbun reruntuhan, jenazahnya baru ditemukankan Kamis siang. "Upaya menemukan jenasah Mulyono terpaksa harus mempergunakan alat berat backhoe," ungkapnya. Sementara Sarkam, ketika gunung kapur tersebut runtuh berusaha menyelamatkan diri, tetapi tetap terkena reruntuhan dan menderita luka-luka yang cukup serius. Tetapi, Sarkam yang rencananya akan dirujuk ke RS di Surabaya meninggal dalam perjalanan. "Malam itu jenasah Sarkam langsung dikuburkan," jelasnya. Peristiwa runtuhnya gunung kapur di Desa Gajah, Kec. Baureno tersebut, terjadi ketika dua pekerja, Sarkam dan Mulyono sedang bekerja menggali batu kapur di salah satu lereng gunung kapur yang kondisinya cekung, akibat bawahnya sudah habis digali. Karena Sarkam dan Mulyono persis berada di bawahnya, langsung terkena dampak runtuhnya gunung kapur. Sedangkan sejumlah pekerja lainnya yang juga sedang menggali berhasil menyelamatkan diri, karena lokasinya agak berjauhan dengan gunung kapur yang runtuh itu. Menurut Nurjzaeni, melihat kondisi yang ada sementara ini penggalian gunung kapur di Desa Gajah ditutup, para pekerja dilarang melakukan penggalian gunung kapur.(*)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2007