Indonesia-Malaysia kolaborasi kembangkan industri otomotif

Indonesia-Malaysia kolaborasi kembangkan industri otomotif

Suasana usai penandatanganan Memorandum of Agreement antara Institut Otomotif Indonesia dan Malaysia Automotive Institute tentang pengembangan industri otomotif di Jakarta, Jumat. (ANTARA News/ Sella Panduarsa Gareta)

Jakarta (ANTARA News) - Indonesia dan Malaysia menandatangani sebuah kesepakatan atau Memorandum of Agreement (MoA) untuk mengembangkan industri otomotif di kedua negara.

“Indonesia dan Malaysia adalah bangsa serumpun dan mepunyai industri otomotif yang cukup banyak. Kita sadarkan polulasi ASEAN yang mencapai 650 juta merupakan potensi pasar yang sangat besar,” kata Dirjen Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian (Kemenperin) I Gusti Putu Suryawirawan di Jakarta, Jumat.

Presiden Institut Otomotif Indonesia (IOI) I Made Dana Tangkas dan Chief Executive Officer Malaysia Automotive Institute (MAI) Dato’ Madani Sahari menandatangani MoA tersebut.

Penandatanganan itu disaksikan oleh Putu dan Menteri Perdagangan dan Industri Internasional Malaysia Darell Leiking.

Adapun pengembangan dalam kesepakatan tersebut mencakup Sumber Daya Manusia otomotif, pengembangan IKM dan teknologi otomotif.

“Kami menghargai upaya MAI dan IOI untuk bersama mengembangkan industri otomotif di ASEAN,” tukas Putu.

Menurutnya, ASEAN memiliki penduduk yang sangat besar, yakni lebih dari 600 juta jiwa, yang menjadi pasar potensial dalam pengembangan industri ini.

Melalui penandatanganan tersebut, Putu juga berharap akan lahir pusat riset dan pengembangan (R&D) yang dibangun bersama demi kepentingan industri otomotif di ASEAN.

Baca juga: Pemerintah siapkan beragam insentif industri otomotif

“Sehingga dari situlah akan muncul produk-produk bersama dan  jangan dibayangkan bahwa mobil itu hanya untuk penumpang, ada banyak jenis mobil yang bisa dikembangkan,” pungkasnya.

Sementara itu, Menteri Darell menyampaikan bahwa Indonesia dan Malaysia perlu bekerja sama dalam berbagai bidang, termasuk industri otomotif.

“Malaysia dan Indonesia tidak boleh berpecah dalam hal apa saja, baik itu ekonomi, sosial, pembangunan. Jadi saya sengaja meluangkan waktu untuk menghadiri penandatanganan ini untuk memperkuat kerja sama ekonomi kedua negara,” ujarnya.

Baca juga: Ini tiga tantangan bagi industri otomotif menurut Presiden
Baca juga: Mahathir telepon Jokowi sampaikan belasungkawa gempa Lombok
 

Pewarta : Sella Panduarsa Gareta
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2018