TNI mulai bersihkan puing rumah warga terdampak gempa

TNI mulai bersihkan puing rumah warga terdampak gempa

Petugas dengan alat berat merobohkan rumah yang rusak akibat gempa bumi di Kayangan, Lombok Utara, NTB, Minggu (12/8/2018). Warga beserta petugas mulai merobohkan rumah warga yang rusak untuk keamanan. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (ANTARA News) - Ratusan personel TNI mulai membersihkan puing rumah warga yang roboh akibat gempa di wilayah Kabupaten Lombok Utara.

Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani selaku Komandan Satuan Tugas Penangggulangan Darurat Bencana Alam Gempa, Minggu, mengatakan pembersihan puing dimulai dari pinggir jalan utama untuk memudahkan pengangkutan logistik bantuan bagi korban gempa yang mengungsi.

"Beberapa tempat memang sudah mulai dibersihkan, baik di pinggir jalan seperti di Desa Bentek, Kecamatan Pemenang, dan Desa Selelos, Kecamatan Kayangan," kata Rizal.

Para tentara juga membantu warga merobohkan masjid dan rumah warga yang rusak akibat gempa bumi menggunakan alat berat, antara lain di Kampung Lokok Gitak, Dusun Karang Pendagi, Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Lombok Utara.

"Jadi kegiatan ini dilakukan setelah evakuasi korban, memberikan pertolongan terhadap korban luka dan meninggal dan mengelar dorongan logistik untuk para pengungsi. Setelah itu pembersihan puing-puing reruntuhan rumah, dan infrastruktur lainnya," kata Rizal.

Setelah kena guncangan gempa 6,4 SR pada 29 Juli, wilayah Lombok dan sekitarnya diguncang gempa 7 SR pada 5 Agustus, yang disertai dengan banyak gempa susulan.

Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana per 12 Agustus, gempa yang melanda wilayah itu telah menyebabkan 392 orang meninggal dunia, 1.353 orang terluka dan 387.067 mengungsi.

Gempa juga menyebabkan ribuan bangunan rumah warga dan fasilitas publik rusak atau hancur.

Baca juga:
Distribusi bantuan korban gempa terkendala kurangnya kendaraan
Masa tanggap darurat gempa Lombok diperpanjang

 
Pewarta : Nur Imansyah
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2018