OCA: e-Sports harus bersatu sebelum resmi dipertandingkan

OCA: e-Sports harus bersatu sebelum resmi dipertandingkan

E-SPORT - FINAL CLASH ROYALE Pemain Indonesia, Sumarandak Ridel alias BenZerRidel bertanding menghadapi pemain Cina, Huang Chenghui alias Lciopdi di nomor final Clash Royale eSports Asian Games 2018 di Britama Arena Jakarta, Jakarta, Senin (27/8). ANTARA FOTO/INASGOC/Ady Sesotya/pras/18. (ANTARA FOTO/INASGOC/Ady Sesotya)

Jakarta  (ANTARA News) - Dewan Olimpiade Asia (OCA) meminta federasi olahraga elektronika (e-Sports) agar bersatu di bawah satu organisasi dengan sistem organisasi yang lebih teratur sebelum menjadi cabang olahraga resmi dalam Asian Games Hangzhou 2022.

"Kami sudah menggelar pertandingan e-Sports sejak Asian Indoor Games di Makau pada 2007. Kami meminta mereka bersatu di bawah satu federasi dan tidak terpecah-pecah karena kami tidak ingin berurusan dengan banyak federasi dalam satu cabang," kata Direktur Jenderal OCA Husain Al-Mussalam dalam jumpa pers di Pusat Layanan Media (MPC) Asian Games 2018 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Minggu.

Husain mengatakan selain e-Sports harus berada dalam satu federasi, cabang olahraga elektronika ini juga perlu mengusung konsep olahraga sebagai alat pemersatu dan bukan untuk mencari keuntungan semata.

"Konsep ideal tentang olahraga harus diunggulkan dan bukan sekedar mencetak keuntungan. Setiap orang tentu ingin mendapatkan keuntungan, tapi apa alasan utama mereka hadir dalam penyelenggaraan olahraga ini?," ujar pria asal Kuwait itu.

Husain mengaku tidak dapat memastikan masa depan cabang e-Sports pada Asian Games jika masih dalam federasi yang berbeda-beda.

"Sebelum kami ditanya bagaimana masa depan eSports dalam Asian Games, kami harus menanyakan kepada keluarga besar e-Sports di Asia dan di dunia apakah mereka bersedia bergabung dalam satu organisasi," katanya.

Dalam Asian Games 2018, cabang eSports menjadi olahraga eksibisi di Jakarta selain cabang kano polo yang juga menjadi cabang eksibisi di Jakabaring, Palembang.

Cabang e-Sports mempertandingkan enam permainan elektronika yaitu Arena of Valor, Clash Royale, Hearthstone, League of Legends, Pro Evolution Soccer, dan StarCraft II.

Pertandingan yang berlangsung di Britama Arena, Jakarta Utara, pada 26 Agustus - 1 September itu diikuti oleh 18 negara peserta Asian Games ke-18.

Kontingen China menempati peringkat pertama pada cabang eksibisi e-Sports dengan perolehan dua medali emas dan satu medali perak. Tim Indonesia dan tim Korea Selatan menempati peringkat kedua dengan perolehan masing-masing satu medali emas dan satu medali perak.

Sementara, tim Hong Kong dan tim Jepang menempati peringkat ketiga dengan perolehan satu medali emas. 
Pewarta : Imam Santoso
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2018