PB WI ajukan GBK Arena sebagai lokasi pelatnas

PB WI ajukan GBK Arena sebagai lokasi pelatnas

Atlet wushu peraih medali, Lindswell (tengah), Edgar Xavier Marvelo (kanan), Achmad Hulaefi (kedua kanan), Puja Riyaya (kiri), dan Yusuf Widianto (kedua kiri) berfoto bersama pada hari terakhir penyelenggaraan Wushu Asian Games 2018 di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Kamis (23/8/2018). Cabang olahraga wushu menyumbang lima medali untuk Indonesia, yakni satu medali emas oleh Lindswell, satu perak oleh Edgar Xavier Marvelo, dan tiga perunggu oleh Achmad Hulaefi, Puja Riyaya dan Yusuf Widianto. (ANTARA FOTO/INASGOC/Ismar Patrizki)

Jakarta (ANTARA News)  -  Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) mengajukan lokasi latihan baru pemusatan latihan nasional di GBK Arena Senayan sebagai pengganti tempat latihan di GOR Pertamina Simprug, Jakarta Selatan, menyusul evaluasi selepas Asian Games 2018.

"Hasil Asian Games, target dari pemerintah telah terpenuhi bahkan lebih. Kami akan menggelar evaluasi pada 9-11 September untuk membahas program berikutnya, terutama menghadapi SEA Games 2019 di Filipina," kata Sekretaris Jenderal PB Wushi Indonesia Ngatino di Jakarta, Rabu.

Ngatino mengatakan atlet-atlet wushu disiplin taolu (jurus) dan sanda (tanding) akan mengikuti kejuaraan dunia taolu di Myanmar pada November dan kejuaraan dunia sanda di China, pada Oktober sebagai bagian dari kelanjutan program pelatnas jangka panjang.

"Kami sudah mengirim surat pada Jumat (31/8) untuk meminta lokasi latihan di GBK Arena ke Kementerian Sekretariat Negara. Di sana juga akan ada beberapa tempat latihan. Kami akan evaluasi program kami sehingga atlet-atlet daerah juga semangat berlatih," katanya.

Selain pemindahan lokasi latihan, PB Wushu Indonesia juga akan melakukan promosi dan degradasi bagi atlet-atlet nasional wushu yang tidak memenuhi target penampilan dalam Asian Games 2018.

"Kami akan menggelar kejuaraan nasional pada Maret atau April 2019. Kejuaraan itu sekaligus menjadi ajang seleksi atlet-atlet pelatnas," katanya.

Ngatino mengaku penetapan atlet-atlet seleknas pada Maret atau April 2019 tidak mempengaruhi dana pelatnas dari Kementerian Pemuda dan Olahraga yang harus diajukan pada Oktober 2018.

"Sebelumnya, kepastian proposal pelatnas sudah harus masuk pada Januari-Februari. Tapi, jumlah atlet yang masuk dalam proposal itu hanya nomor-nomor pertandinganya bukan nama. Kami ajukan nama-nama atlet lama dan atlet potensial sekitar 29 atlet," katanya.

Baca juga: Airlangga: PB WI penuhi target di Asian Games 2018
Pewarta : Imam Santoso
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2018