Terkena liur anjing rabies di daerah tubuh yang terbuka juga bisa tertular

Terkena liur anjing rabies di daerah tubuh yang terbuka juga bisa tertular

Antisipasi Penyebaran Kasus Rabies Dokter hewan memeriksa suhu tubuh seekor anjing saat vaksinasi rabies di Pet Park, Bandung, Jawa Barat, Minggu (1/10/2017). Vaksinasi untuk mengantisipasi rabies secara gratis tersebut dalam rangka perayaan 'Pet Healthy Day.' (ANTARA/M Agung Rajasa)

Jakarta (ANTARA News) - Penularan virus rabies juga bisa ditularkan hanya melalui air liur hewan yang positif rabies jika liur tersebut terkena di bagian tubuh yang terbuka atau terluka. 

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kementerian Kesehatan, Elizabeth Soepardi, saat dihubungi di Jakarta, Jumat, mengatakan, hewan penular rabies (HPR) bisa menularkan virus lewat gigitan atau air liur yang mengenai bagian tubuh yang terbuka.

"Paling banyak 98 persen penularan rabies oleh Anjing, melalui gigitan," kata dia. Sementara 2 persen hewan penular rabies lainnya terdiri dari kucing, kera, kelelawar

Dari gigitan tersebut membuat kulit manusia terluka dan virus masuk ke dalam jaringan tubuh. Begitu juga yang ditularkan tanpa gigitan, virus rabies bisa menular melalui air liur yang mengenai bagian tubuh yang terbuka atau terdapat luka terbuka. Bagian tubuh yang terbuka (mukosa) seperti pada mata, bibir, dan hidung.

Rabies merupakan penyakit menular yang sangat berbahaya karena memiliki tingkat kematian (case fatality rate/CFR) 100 persen. Artinya setiap kasus positif rabies pada manusia akan menyebabkan kematian.

Virus rabies pada hewan menjalar melalui saraf sampai ke otak kemudian keluar melalui kelenjar air liur. Hewan yang positif terkena rabies berpotensi terjadi kematian dalam satu sampai dua minggu, atau maksimal tiga minggu.

Hewan yang terinfeksi rabies biasanya lebih agresif menyerang manusia, atau bahkan menggigit benda apapun. Anjing yang terkena rabies juga menjulurkan lidah terus menerus disertai air liur yang banyak, mata memerah, takut terhadap cahaya dan air, ekor terlipat ke dalam di antara dua kaki, dan menyukai tempat gelap seperti bersembunyi di bawah kursi atau meja.

Jika manusia yang terinfeksi rabies juga menimbulkan gejala yang hampir mirip seperti takut air, takut angin, takut suara, dan gelisah. Efek tersebut muncul setelah gejala pertama yaitu demam, tidak napsu makan, lemah, insomnia, dan sakit kepala hebat.

Apabila mengalami gigitan hewan seperti anjing, kucing, atau hewan penular rabies lainnya, segera cuci tangan menggunakan sabun dengan air yang mengalir selama 15 menit. Setelah itu segera periksakan ke petugas kesehatan untuk mendapatkan serum antirabies.

Jane mengatakan masa inkubasi atau timbulnya gejala sejak terjadinya gigitan rabies berbeda-beda mulai dari hitungan jam hingga menahun. Lamanya masa inkubasi dikarenakan lamanya virus menjalar melalui saraf di letak tubuh yang tergigit hingga ke otak. 

Baca juga: Rabies renggut nyawa empat warga Riau
Pewarta : Aditya Ramadhan
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2018