450 Tenaga kesehatan ikuti kenferensi webinar jantung

450 Tenaga kesehatan ikuti kenferensi webinar jantung

Ilustrasi kesehatan jantung (Shutterstock)


Jakarta (Antara) - Lebih dari 450 tenaga kesehatan profesional termasuk ahli jantung, internis, dokter umum dan dokter spesialis Indonesia meningkatkan kapasitas pengetahuan tentang penyakit kardiovaskular (jantung dan pembuluh darah) dalam konferensi webinar.

"Sebagai tenaga kesehatan profesional, kita perlu memahami semua informasi yang diperlukan agar dapat lebih mengoptimalkan tindakan untuk mengurangi kejadian penyakit kardiovaskular di masa depan," kata Dr. dr. Anwar Santoso, SpJP(K), FIHA, dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskuler Indonesia (PERKI) dalam keterangan tertulis yang diterima Antara, Jakarta, Senin.

Konferensi webinar yang ketiga kali itu merupakan hasil kerjasama antara Pfizer dengan American College of Cardiology (ACC) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas perawatan untuk pasien penyakit kardiovaskular dengan berbagai risiko.

Lebih dari 450 tenaga kesehatan itu mengikuti konferensi webinar melalui pertemuan langsung di Jakarta dan siaran webinar langsung melalui jaringan internet dari berbagai penjuru Indonesia, termasuk Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Surabaya, Semarang, Bandung, Medan, Makassar, Pekanbaru, Palembang, Yogyakarta, Balikpapan, Denpasar, Manado, Malang, Padang dan Pontianak.

Anwar menuturkan ada banyak faktor risiko yang dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular di Indonesia. Faktor-faktor seperti riwayat keluarga, usia, dan jenis kelamin yang tidak dapat diubah. Namun, faktor risiko lain seperti tekanan darah tinggi, dislipidemia, diabetes mellitus dapat ditangani dengan perawatan dan pencegahan yang tepat. 

Program edukasi itu merupakan salah satu upaya Pfizer dalam mendukung peningkatan kapasitas profesional tenaga kesehatan untuk mengatasi beban penyakit kardiovaskular di Indonesia.

Pfizer mengadakan dua edisi webinar yang khusus membahas tentang faktor primer dan sekunder penyebab penyakit kardiovaskular. Hingga saat ini, lebih dari 3000 tenaga kesehatan profesional telah mengikuti program edukasi medis Pfizer terkait manajemen kardiovaskular dalam dua tahun terakhir.

Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian nomor satu di Indonesia dan di dunia. Menurut Badan Kesehatan Dunia, sekitar 17,9 juta orang telah meninggal akibat penyakit jantung, mengambil porsi 31 persen dari angka kematian global seluruhnya. Dari kematian ini, 85 persen disebabkan oleh serangan jantung dan stroke. Lebih dari 75 persen kematian yang disebabkan penyakit kardiovaskular terjadi di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. 

Dari 17 juta kematian prematur (di bawah usia 70 tahun) karena penyakit tidak menular (non-communicable diseases) pada 2015, 82 persen di antaranya terjadi di negara berpenghasilan rendah dan menengah dan 37 persen disebabkan oleh gangguan kardiovaskular. 

Sebagai tenaga kesehatan profesional, sangatlah penting untuk terus memperbarui dan meningkatkan pengetahuan dan kapasitas terkait penyakit kardiovaskular untuk menawarkan pengobatan yang lebih baik dan efektif, terutama untuk pasien dengan faktor risiko ganda. "Saya merasa terhormat dapat berpartisipasi dalam aksi kolaboratif antara PERKI dengan Pfizer untuk melakukan konferensi webinar ini. Saya berharap kami dapat memberikan dukungan bagi para tenaga kesehatan Indonesia dengan saling berbagi pengetahuan," kata dr Anwar.

Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab kematian nomor satu di Indonesia dan menyumbang 35 persen dari total kematian di Indonesia pada 2016. 

Kolaborasi berkelanjutan antara institusi kesehatan, kelompok pasien dan sektor swasta diperlukan untuk menangani penyakit fatal ini. "Di Pfizer, kami benar-benar berkomitmen untuk mendukung peningkatan kapasitas tenaga kesehatan profesional untuk mengatasi tantangan penyakit kardiovaskular. Dengan menelaah studi kasus terbaru, kami bisa mendapatkan wawasan yang positif dan membangun kapabilitas yang lebih tinggi untuk merawat pasien dengan faktor risiko ganda,” ujar  Direktur Medis Pfizer Indonesia Handoko Santoso.

Bersama dengan Malaysia dan Vietnam, Indonesia adalah salah satu dari sedikit negara Asia yang dipilih untuk menjadi bagian dari kemitraan Pfizer dan The American College of Cardiology (ACC). Kolaborasi itu awalnya diluncurkan di Cina pada 2016, dan selanjutnya, program itu diluncurkan di Rusia dan Uni Emirat Arab selama kuartal pertama 2017 dan berlanjut di Mesir dan Arab Saudi.*

Baca juga: Penderita penyakit jantung perlu beraktivitas fisik setiap 20 menit

Baca juga: Sisi buruk diet rendah karbohidrat dalam jangka panjang


 
Pewarta : Martha Herlinawati S
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2018